Intanwijaya Ekspansi ke Semarang

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

SEMARANG – Melihat produsen plywood yang terus menjamur, PT Intanwijaya International tbk ekspansi ke Semarang. Produsen lem khusus plywood ini resmi membuka pabrik di Kawasan Industri Terboyo, Februari kemarin.

Komisaris Trenggono Nugroho menuturkan, pabrik seluas 1,3 hektar digadang-gadang mampu memproduksi 30 ribu MT formaldehyde (formalin), 25 ribu MT Urea Formaldehyde Resin (UFR) liquid, dan 1.500 MT melamine formaldehyde resin per tahun. “Ekspansi ini untuk memenuhi kebutuhan para produsen plywood dan particle board di Pulau Jawa yang jumlahnya seratus sekian,” ungkapnya dalam Public Expose di Hotel Gumaya, Jumat (16/6) kemarin.

Trenggono tetap optimistis mampu mengambil porsi pasar hingga total 2 ribu ton per bulan meski industri kayu dan ritel di Semarang tengah melesu. Dia mengaku masih melihat potensi demand kebutuhan lem di Jawa yang begitu besar. Dengan cara penetrasi pasar yang tepat, pihaknya yakin mampu memenuhi target penjualan itu akhir tahun mendatang.”Sekarang, baru beroperasi beberapa bulan, sudah mampu memasarkan 435 ton per bulan. Apalagi kami punya melamine yang tidak dimiliki pabrik lem lain,” tambahnya.

Pelebaran sayap ke Semarang ini, lanjut Trenggono, juga untuk memangkas ongkos transportasi ekspedisi methanol sebagai bahan baku. Pasalnya, selama ini sumber daya methanol lokal tidak bisa dianalkan lantaran suplainya tidak bisa konsisten. “Demi menjaga kontinuitas produksi, terpaksa kami harus mengimpor bahan baku. Semarang kan punya Pelabuhan Tanjung Emas sebagai pintu masuk pasar ekspor impor,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Utama Recsonlye Sitorus menjelaskan, dengan adanya pabrik baru di Semarang, produksi UFR akan meningat menjadi 31.600 ton dan formalin 1.888 ton. Dia menuturkan, penjualan produksi perusahaannya meningkat 35,42 persen dari 81.244 juta ton di 2013 menjadi 110.023 di 2014. (amh/zal)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -