Kebonsuwung Dioperasi Sampai Tutup

404
SIAP TUTUP LOKALISASI : Para PSK lokalisasi KebOnsuwung, Desa Sidomukti, Kecamatan Karanganyar, saat dilakukan pendataan oleh Dinsos, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SIAP TUTUP LOKALISASI : Para PSK lokalisasi KebOnsuwung, Desa Sidomukti, Kecamatan Karanganyar, saat dilakukan pendataan oleh Dinsos, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KAJEN – Bupati Pekalongan, Amat Antono tampaknya serius akan menutup lokalisasi Kebonsuwung yang ada di Desa Sidomukti, Kecamatan Karanganyar. Terlebih dengan telah ditemukannya 11 penderita HIV/AIDS baru di Kabupaten Pekalongan. Bahkan menurut data yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan, potensi terbesar penyebaran penyakit HIV/AIDS, adalah dari pekerja seks komersial (PSK), seperti yang ada di lokalisasi Kebonsuwung tersebut.

Bupati Amat Antono, sebelumnya telah berkunjung secara mendadak ke lokalisasi serta memerintahkan kepada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk terus melakukan operasi penyakit masyarakat hingga lokalisasi tersebut sepi akan pengunjung, dan akhirnya ditutup. “Kalau masih bandel, bisnis esek-esek masih terus beroperasi, akan saya segel,” kata Antono.

Menurutnya, Pemda Kabupaten Pekalongan saat ini masih terus mengupayakan, untuk penutupan aktivitas prostitusi di Lokalisasi Kebonsuwung. Bahkan, jika masih ada PSK yang tetap beroperasi, Bupati akan mengambil tindakan tegas dengan menutup lokalisasi tersebut. “Saya minta, tolong Kebonsuwung dioperasi terus biar tutup. Selain di Kebonsuwung ada juga warung serupa di daerah Bojong. Saya mohon segera digelar razia. Sehingga dapat segera tutup total,” tegasnya.

Kepala Satpol PP Kabupaten Pekalongan, Alif Nurfiyanto, mengatakan berdasarkan pendataan terakhir, sedikitnya ada 22 rumah di Lokalisasi Kebonsuwung, yang dijadikan tempat penyedia jasa prostitusi, serta empat diantaranya, khusus penyedia karaoke yang tidak berizin.

Menurutnya Operasi Pekat akan terus digelar. Jika kedapatan masih ada PSK yang beroperasi maka akan ditangkap untuk dikirim ke panti rehabilitasi sosial. “Menyediakan tempat untuk penyelenggaraan tempat asusila, jelas pelanggaran Perda Tahun 2012 tentang Ketertiban Umum, dan harus ditutup,” katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Sidomukti, Kecamatan Karanganyar, Hasrito menandaskan, setelah adanya kunjungan Bupati ke lokalisasi Kebunsuwung, kegiatan di lokalisasi sudah mulai sepi.

“Kondisi terkini praktik prostitusi di lokalisasi Kebonsuwung sudah sepi. Hanya menyisakan pemilik warung yang masih ramai, khususnya malam hari.” tandasnya. (thd/ric)