Kesulitan Ungkap Identitas Pelaku

376

KENDAL – Sepekan lebih, seorang pemandu karaoke Amelia Rhizky Pratama ditemukan tewas dibunuh di Jalan Arteri Kaliwungu, Selasa 2 Juni lalu. Tapi sayang, sejauh ini petugas Satreskrim Polres Kendal masih belum menemukan titik terang siapa pelaku pembunuhan tersebut.

Kasatreskrim Polres Kendal, Iptu Fiernando Andriansyah mengaku masih mendalami kasus yang menewaskan seorang pemandu karaoke (PK) lokalisasi Gambilangu (GBL) yang ditemukan tewas di Jalan Arteri Kaliwungu tersebut. “Belum, kami masih berupaya untuk mengetahui siapa pelakunya,” katanya, kemarin.

Fiernando membeber berdasarkan, hasil otopsi dari Rumah Sakit Bhayangkara Semarang, PK Amelia diduga kuat tewas akibat dibunuh. Dugaan itu muncul dari beberapa bekas luka serta cara meninggalnya yang tidak wajar. “Kami duga korban tewas karena dicekik, terbukti dari lidahnya yang menjulur keluar serta bekas tikaman cukup keras pada leher. Sehingga mengakibatkan korban mati lemas lantaran tidak bisa bernafas,” imbuhnya.

Ia juga menduga jika korban Amelia sempat mengalami kekerasan seksual. Hal itu terbukti ditemukannya air mani pada kemaluan korban yang telah bercampur dengan sperma. “Bukti ini menjadikan kuatnya dugaan jika korban dibunuh dengan cara sadis pelakunya,” tambahnya.

Sejauh ini beberapa orang saksi yang sudah dimintai keterangan adalah teman-teman kerja Amelia sesama PK di GBL. Selain itu serta pacar korban dan mucikari yang mempekerjakan Amelia sebagai PK. Dari hasil pemeriksaan, ia mengakui sudah mengarah pada pelaku pembunuh korban Amelia. Namun ia tidak ingin tergesa-gesa sampai ada bukti kuat terlebih dahulu. “Cepat atau lambat, pasti terungkap, tinggal menuggu waktu saja,” tambahnya.

Salah satu teman korban, Eko mengaku kaget saat mendengar kabar matinya Amelia. Eko mengaku mengenal Amelia karena dulu pernah bekerja ditempat yang sama di sebuah minimarket di Kendal. “Dulu ia pernah bekerja sebagai Sales Promotion Girl (SPG) di bagian kerudung. Tapi hanya beberapa bulan, setelah itu keluar. Saya tidak tahu ia kerja dimana, tahu dia meninggal setelah membaca berita dia tewas terbunuh dan dia bekerja sebagai PK,” katanya.

Ia menambahkan, Amelia merupakan sosok perempuan baik-baik. Sebab selama bekerja tidak menunjukkan gelagat sebagai wanita nakal. “Selanjutnya ia dekat dengan siapa dan sering pergi sama siapa saya tidak pernah tahu,” tambahnya.

Ketua Resosialisasi Lokalisasi Gambilangu Gang Kendal, Kasmadi mengaku tidak mengengal Amelia. Sebab dari daftar anak asuh, nama Amelia tidak tercantum. “Kami tidak tahu persis dia masuk ke lokalisasi ini kapan. Karena namanya tidak terdaftar di buku induk kami,” katanya. Kasmadi, menambahkan, jika ada PK yang tidak terdaftar kemungkinan besar PK freelance. Yakni tidak menetap di lokalisasi setempat melain hanya tinggal saat kerja. “Jadi dia tidak tinggal disini, melainkan kost diluar Lokalisasi. Jadi saya tidak tahu asal usul korban,” katanya. (bud/fth)