Semarang Prospektif Pasar Landed House

321

SEMARANG – Kondisi ekonomi yang tidak stabil, tidak membuat Paramount Land berhenti berinovasi. Sebaliknya dengan kondisi ekonomi yang melambat, Paramount Land justru berani melakukan investasi dengan membangun perumahan mewah di kawasan Simongan Semarang.

Dipilihnya Kota Semarang, menurut Direktur Paramount Land Aryo Tri Ananto, justru berani membangun perumahan mewah dengan mempersembahkan Paramount Village dan kawasan komersial “Paramount Square” dengan total investasi Rp 350 miliar. Total bangunan rumah yang akan dibangun sekitar 440 unit dan 41 unit untuk Ruko di atas lahan 9 hektar di lokasi strategis yakni di Simongan Semarang.

“Kami pilih Semarang untuk pengembangan perumahan dengan konsep Custom Homes, karena propspek property landed house di Semarang masih prospektif, meski banyak apartemen bermunculan. Masyarakat Semarang masih menyukai rumah tinggal yang memiliki lahan cukup,” tambah Presiden Direktur Paramount Land Ervan Adi Nugroho.

Sementara itu Andreas Nawawi, Managing Director Paramount Land menambahkan hunian menengah atas masih disukai warga Semarang. Pada tahap I, rencananya akan dibangun sekitar 200 unit rumah dengan harga mulai Rp 676 juta untuk rumah dan Rp 1,6 miliar untuk ruko.

“Kota Semarang adalah kota pertama di luar Gading Serpong, yang kami kembangkan dengan konsep perumahan yang terintegrasi dengan kawasan komersial dengan fasilitas yang lengkap seperti Club House, Chlidren Play Group dan lainnya,” tambah Andreas Nawawi.

Direktur Paramount Land Aryo Ananato menambahkan, Paramount Village menawarkan tiga pilihan gaya rumah, yaitu gaya classic, france dan colonial. Tersedia pula tiga pilihan warna cream, cokelat dan hijau. Dan tersedia beberapa pilihan yaitu ukuran luas 6×12 m2 dengan luas bangunan 60 m2 dan 70 m2, serta ukuran luas tanah 8×12 dengan luas bangunan 94 m2. (tya/zal)