Gandeng Kementan, Latih Petani Buah

350
PELATIHAN : Presdir PT Sido Muncul, Irwan Hidayat sedang memberikan pencerahan kepada petani buah di lokasi pabrik jamu PT Sido Muncul Ungaran, kemarin. (TYA/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PELATIHAN : Presdir PT Sido Muncul, Irwan Hidayat sedang memberikan pencerahan kepada petani buah di lokasi pabrik jamu PT Sido Muncul Ungaran, kemarin. (TYA/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG-PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk mendorong para petani buah di wilayah Jateng, menjadikan daerahnya menjadi desa wisata. Untuk mewujudkannya, PT Sido muncul bekerjasama dengan Direktorat Pengembangan Usaha dan Investasi, Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian (PPHP) Kementerian Pertanian (Kementan), melatih para petani.

Menurut Presiden Direktur PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk, Irwan Hidayat, pada tahap awal ini dipilih dua desa yakni Desa Diwak dan Desa Bergas Kidul Kabupaten Semarang. Memilih 100 orang petani dididik agar bisa menanam tanaman buah agar bisa menghasilkan buah-buah yang bagus.

“Kami membantu pelatihan warga desa untuk mengembangkan potensi daerahnya menjadi desa wisata buah,” kata Irwan Hidayat di Ungaran usai Pelatihan Bimbingan Teknis Usaha Agrobisnis Hortikultura untuk 100 orang perwakilan dari Desa Diwak dan Desa Bergas Kidul, Ungaran, selama 4 hari.

Menurutnya, dua desa tersebut memiliki potensi tanaman buah unggulan yang bisa dikembangkan. Yakni buah durian di Desa Diwak dan buah alpukat di Desa Bergas Kidul. Tidak hanya memberikan pelatihan, PT Sido Muncul juga memberikan bantuan tanaman buah durian dan alpukat, sehingga para petani dapat mengembangkan lahan-lahannya dengan tanaman buah tersebut.

Selain memberikan pelatihan tanaman buah, kata Irwan Hidayat, warga dua desa tersebut akan dilatih tentang pembuatan kerajinan seperti tas dari limbah. Diharapkan dengan pelatihan tersebut, bisa memacu masyarakat untuk mengembangkan potensi daerahnya secara kreatif.
“Semua orang suka buah. Buahnya bisa dijual, desa ini juga akan didatangi banyak wisatawan. Harapannya, suatu hari bisa seperti Mekar Sari, namun dikelola banyak orang,” katanya.

Kepala Desa Bergas Kidul, Syaiful Hadi sangat mengapresiasi kepedulian PT Sido Muncul dalam membantu warganya untuk mengembangkan potensi desa. Apalagi desa tersebut memiliki wilayah sekitar 383 hektare dan 174 hektare masih berupa lahan kosong. Meski begitu, ada lima dusun di Desa Bergas Kidul yang akan dikembangkan menjadi sentra wisata buah. Yakni Dusun Krajan, Kemloko, Sruwen, Kebon Kliwon, dan Srumbung.

“Selama ini, warga sudah menanam tanaman buah, seperti alpukat dan jeruk. Namun, belum dikelola dengan baik. Padahal Desa Bergas Kidul merupakan salah satu penyangga objek wisata Bandungan,” ungkapnya. (tya/ida)