Langganan Banjir, Wadul Dewan

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

SEMARANG – Sejumlah Kepala Desa dari sepuluh desa di Kecamatan Sayung, Demak, Senin (15/6) mengadu ke Komisi D DPRD Jateng. Mereka meminta dewan mendesak agar pemerintah segera melakukan normalisasi Sungai Sayung-Dombo. Sebab, pendangkalan yang terjadi membuat sepuluh desa di sekitar aliran sungai selalu banjir. Bahkan sejak Desember 2014 silam, setidaknya banjir sudah terjadi empat kali.

Pj Kepala Desa Sayung, Munawir mengatakan, sebenarnya Sungai Sayung-Dombo merupakan wewenang pemerintah pusat. Sungai dengan luas 60 meter itu sekarang mengalami sedimentasi yang parah dan hanya tinggal 15 meter dengan kedalaman sekitar 2 meter. ”Ini sudah parah pendangkalannya, tapi tidak pernah diurus. Makanya 10 desa di sekitarnya menjadi langganan banjir,” katanya.

Kesepuluh desa yang dimaksud adalah Desa Dombo, Kalisari, Loireng, Bulusari, Sayung, Prampelan, Purwosari, Bedono, Tambakroto serta Desa Karangasem. Pihaknya dengan sejumlah warga sudah meminta Pemkab segera menyelesaikan persoalan tersebut. Sayang, sejauh ini tidak ada respons yang baik dan tidak ada tindakan. ”Ya akhirnya warga hanya bisa waswas. Pokoknya setiap hujan warga takut kebanjiran,” tambahnya.

Ketua BPD Sayung, Muh Mawardi berharap DPRD Jateng memfasilitasi agar pemerintah segera melakukan pengerukan. Sebab, warga sudah bosan dengan banjir yang datang silih berganti. Apalagi dari tahun ke tahun kondisi sungai selalu mengalami pendangkalan yang cepat. ”Kami hanya ingin sungai dinormalisasi, agar tidak banjir lagi. Itu saja,” katanya.

Sekretaris Komisi D DPRD Jateng, Jayus meminta agar pemprov maupun pemkab segera menyelesaikan persoalan rob tersebut. Meski itu merupakan kewenangan pemerintah pusat, paling tidak pemprov bisa berkoordinasi agar segera diatasi. Sebab, kondisinya sudah sangat parah dan membuat masyarakat waswas saban hari. ”Harus diatasi dari hulu sampai hilir, agar persoalan banjir di sepuluh desa bisa segera diatasi secepatnya,” katanya.

Dewan berjanji bakal memperjuangkan hak warga agar bebas dari banjir. Normalisasi sungai harus segera dilakukan jika melihat pendangkalan sungai yang sudah semakin parah. ”Jika ini dibiarkan berlarut-larut, takutnya justru akan membuat warga selalu cemas,” tambah anggota Komisi D DPRD Jateng, Muhammad Ngainurrichald. (fth/ric/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -