Pembobol Kartu Kredit, Mantan Telemarketing Hotel

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

BARUSARI – Pelaku pembobolan kartu kredit di Hotel Emerald Oak Tree Semarang Jalan Palem VI Papandayan Semarang yang beraksi dengan menggunakan Virtual Credit Card (VCC), ternyata mantan telemarketing hotel. Dia paham betul seluk-beluk penggunaan kartu kredit terkait penginapan hotel.

Setelah ditangkap dan diperiksa secara intensif, Martino Tambunan, 36, warga Kutei 14 D RT 2 RW 5 Desa Darmo Wonokromo, Surabaya, Jawa Timur, ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik unit IDIK IV Tipiter Polrestabes Semarang.

Martino dengan kecerdikannya, memanfaatkan celah sejumlah hotel yang menggunakan fitur kartu kredit jenis Virtual Credit Card. Dalam kasus ini, Martino mencomot identitas orang berkebangsaan Jepang yakni Mathius Kakumoto, kartu kredit Visa Platinum Limit Rp 70 juta, bernomor 4534 5014 5776 8004 yang terdaftar sebagai nasabah Bank of Tokyo Mitsubishi UFJ di Jepang.

Dengan memanfaatkan kartu kredit tersebut, Martino bisa menginap di sejumlah hotel mewah secara gratis. Selain itu, ia juga bisa menikmati uang sisa deposito milik orang lain atau pemilik kartu kredit yang asli.

”Misalnya saya mencairkan Rp 2 juta, rinciannya Rp 1,6 juta untuk membayar biaya tagihan penginapan hotel. Sedangkan sisanya Rp 400 ribu saya pakai sendiri. Kalau Hotel Oak Tree memang tidak ada kebijakan untuk memberi uang, itu cuma untuk transportasi,” kata tersangka Martino saat gelar perkara di Mapolrestabes Semarang, Senin (15/6) kemarin.

Martino mengaku mengetahui seluk-beluk terkait penggunaan Virtual Credit Card karena ia sudah lama bekerja di dunia perhotelan. ”Saya dulu pernah bekerja sebagai telemarketing Premier Club Hotel Indonesia sejak tahun 2000,” ujarnya.

Namun ia mengelak saat dituduh sebagai otak pembobolan kartu kredit tersebut. Martino mengaku dikendalikan oleh temannya bernama Rahardian Bimantoro, yang saat ini masih buron. Dia juga menolak menjelaskan saat ditanya sampai saat ini berapa jumlah uang yang telah diraup selama membobol kartu kredit tersebut. ”Saya tidak tahu, yang tahu rinciannya Rahardian,” ujarnya.

Dia mengaku hanya mengikuti instruksi dari Rahardian. Keuntungan yang ia dapat selama melakukan pembobolan kartu kredit tersebut adalah menikmati fasilitas hotel selama menginap dan menggunakan sisa deposito. Ide kejahatan tersebut muncul karena ia mengetahui bahwa pihak hotel biasanya tidak memperhatikan kelemahan penggunaan kartu kredit. ”Tahunya hotel untung, maka transaksi tetap dilayani meski menggunakan kartu kredit milik orang lain,” katanya.

Tersangka mengetahui data korban yang merupakan nasabah Bank Jepang tersebut, karena korban pernah menjadi membership di Hotel Indonesia. ”Pada awal 2014, orang Jepang tersebut pernah menginap di Hotel Indonesia,” ujarnya.

Ia yang telah mencuri data membership tersebut, kemudian berinisiatif memalsukan data-data korban, KTP, kartu kredit milik Mathius dengan cara di-scan. Selain itu, ia juga membuat email palsu atas nama mathiuskakumoto@gmail.com yang digunakan untuk mem-booking kamar hotel melalui website www.boking.com.

Saat beraksi di lintas kota, tersangka menyewa mobil Toyota Camry 2.5 GAT bernopol B 1435 SAI milik Pusaka Prima Transport Jalan Mp Prapatan Raya nomor 60 Jakarta Selatan.

Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Burhanudin mengatakan bahwa selain beraksi di Hotel Oak Tree Semarang, tersangka telah melakukan kejahatan dengan modus yang sama sebanyak tiga kali, yakni di Hotel Lor Inn Solo pada Juni 2015, Hotel Heritage Jogjakarta pada Mei, Hotel 101 Bandung pada Juni 2015.

”Tersangka menggunakan kartu kredit milik orang Jepang untuk menginap di hotel dengan cara memasukkan data palsu. Dia menginap di Hotal Oak Tree sudah hampir sebulan,” terang Burhanudin.

Tersangka check in di Hotel Oak Tree Semarang sejak tanggal 13-14 Mei 2015. Awalnya pesan dua hari, namun selanjutnya diperpanjang hingga tanggal 25 Mei. Kali pertama, pelaku memesan dengan atas nama Mathius Kakumoto melalui situs online di www.boking.com.
Melalui telepon, Mathius (aslinya yang menelepon adalah tersangka, Red) menjelaskan bahwa akan ada seorang tamu bernama Rahardian Bimantoro yang hendak menginap di Hotel Oak Tree. Mathius mengaku yang akan membayar biaya penginapan hotel menggunakan kartu kredit.

Namun demikian, pada 13 Mei tersebut, justru yang datang untuk check in adalah Martino Tambunan. Martino menjelaskan kepada pihak Oak Three bahwa ia mewakili Rahardian Bimantoro yang berhalangan hadir. Saat itu, Martino menyertakan fotokopi KTP dan foto kopi kartu kredit visa atas nama Mathius Kakumoto (identitas palsu). Belakangan baru diketahui bahwa berkas identitas fotokopi KTP dan fotokopi kartu kredit visa tersebut dipalsukan oleh Martino.

Tersangka bisa menikmati fasilitas hotel sekaligus mencairkan uang dari kartu kredit melalui rekening BCA yang terkoneksi dengan pihak hotel. ”Pihak hotel memang menyediakan fasilitas deposito atau beraviliasi dengan BCA,” imbuh Kasat Reskrim Polrestabes Semarang AKBP Sugiarto menjelaskan.

Pihak Oak Tree baru curiga setelah mendapat konfirmasi dan penjelasan dari BCA melalui email. Pihak BCA menjelaskan bahwa ada kejanggalan saat proses transaksi. Bahwa transaksi bukan dilakukan oleh pemilik rekening asli. Selanjutnya pihak hotel berusaha menjebak pria tersebut pada Minggu, 6 Juni 2015, pukul 06.00. Justru diketahui jika tersangka mencuri sejumlah barang-barang fasilitas milik Hotel Oak Tree.

”Tersangka kami jerat menggunakan pasal ITE pasal 51 ayat 1 juncto pasal 35 UU ITE, nomor 11 tahun 2008 dan pasal 362 KUHP terkait pencurian barang-barang hotel,” kata Sugiarto.

Akibat kejadian tersebut, pihak Hotel Oak Tree mengalami kerugian total sekitar Rp 27 juta. ”Kerugian tersebut merupakan rincian termasuk sejumlah barang yang dicuri oleh tersangka,” kata Daniel Kurniawan Tandio, 24, warga Jalan Perhutani Barat RT 1 RW 4 Wonokerto Bandar Batang, perwakilan Hotel Oak Tree Semarang.

Barang bukti yang disita masing-masing; 1 laptop merek Sony Vaio, 1 handphone Nokia, 1 handphone Asus, 1 mobil Toyota Camry, 1 sugar box, hair dryer, 2 gelas kopi, 1 speaker dan Ipod Dock, 2 jam digital, 1 telepon toilet, 2 pasang bakiak hotel, 1 kimono, 1 bath towel, 1 hand bath bag, 2 stick, 1 bath towel, 1 hand towel, 1 napkin, dan 1 aminities bag. (amu/ida/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -