Pengunjung Grosir Batik Turun 60 Persen

521
SEPI : Sepekan menjelang bulan Ramadan, penjualan batik di Grosir Pantura masih sepi pembeli, kemarin. (Taufik hidayat/jawa pos radar semarang)
SEPI : Sepekan menjelang bulan Ramadan, penjualan batik di Grosir Pantura masih sepi pembeli, kemarin. (Taufik hidayat/jawa pos radar semarang)

KAJEN – Tahun ajaran baru yang bertepatan dengan perayaan bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri ternyata berdampak pada turunnya omset penjualan batik pada semua pusat perbelanjaan batik yang ada di Kabupaten Pekalongan. Seperti yang ada di Grosir Batik Pantura, Pasar Batik Wiradesa, Kabupaten Pekalongan. Bahkan pusat penjualan celana jins, yang ada di Kecamatan Kedungwuni pun omsetnya ikut turun.

Meski hampir semua toko batik telah melakukan potongan harga hingga 30 persen dari harga penjualan semula. Namun hingga menjelang awal Ramadan beberapa pusat perbelanjaan batik di Kabupaten Pekalogan, masih sepi pengunjung.

Rusmanto, 52, pedagang batik di grosir pantura, Desa/Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan mengungkapkan jumlah kunjungan di grosir pantura menurun hingga 60 persen jika dibandingkan awal Ramadan tahun lalu.

Menurutnya, masuknya tahun ajaran baru sekolah yang bersamaan dengan perayaan Idul Fitri sangat berpengaruh pada kunjungan di pasar, termasuk kunjungan yang akan berbelanja di grosir pantura. “Tahun lalu, kunjungan pembeli bisa mencapai 500 orang per hari pada awal Ramadan. Tahun ini, tidak mencapai 200 orang per hari, meski potongan harga telah dilakukan oleh sebagian besar pedagang,” ungkap Rusmanto.

Hal senada juga disampaikan oleh Kartini, 42, pedagang di grosir batik Setono, Kota Pekalongan. Menurutnya, penjualan batik justru ramai sebelum bulan puasa, meski pembeli dari lokal Pekalongan. Sedangkan pedagang dari luar kota yang berkunjung, tidak mencapai 1.000 orang per harinya.

“Menjelang puasa tahun lalu, jumlah pengunjung per hari bisa mencapai 2 ribu, sekarang 500 pengunjung saja tidak ada. Sebagian besar pengunjung, hanya melihat-lihat saja, sedikit sekali yang berberlanja,” kata Kartini, pedagang batik di Blok C.

Sementara itu, Pengurus Paguyuban Batik Pantura, Abdul Mastur. Senin (15/68) membenarkan jika jumlah pengunjung batik di grosir Pantura dan beberapa grosir batik di Kabupaten Pekalongan menurun hingga 60 persen.

Menurutnya, menurunnya jumlah kunjungan untuk berbelanja batik, tidak hanya karena adanya tahun ajaran baru yang beretepatan dengan Lebaran. Namun juga disebabkan kenaikan harga sembako diluar kewajaran. Serta banyaknya karyawan pabrik yang di PHK menjelang bulan puasa ini. “Kita melihatnya dari parkir kendaraan saja, tahun lalu parkir kendaraan hingga jalan raya pantura, sekarang parkir dalam grosir masih sepi,” jelasnya. (thd/ric)