Profesor Gadungan Tilep Uang Panti Asuhan

336
KENA TIPU :  Direktur Kesehatan LSM Nasa Jakarta, Lili Indria yang menjadi korban profesor gadungan usai mengadu di Mapolres Semarang. (PRISTYONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KENA TIPU : Direktur Kesehatan LSM Nasa Jakarta, Lili Indria yang menjadi korban profesor gadungan usai mengadu di Mapolres Semarang. (PRISTYONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

UNGARAN – Berhati-hati jika anda ingin menyalurkan dana bantaun untuk panti asuhan atau untuk urusan sosial. Bisa-bisa justru nanti menjadi korban penipuan. Seperti yang dialami sejumlah penggiat sosial dari Jakarta. Mereka mengadu ke Mapolres Semarang, kemarin, lantaran seorang penggiat yang mengaku profesor dari salah satu universitas di Jepang bernama Iwan Kusuma alias Wisnu yang tinggal di Jalan HOS Cokroaminoto Ungaran membawa kabur uang puluhan juta. Padahal uang tersebut rencananya untuk disumbangkan kepada sejumlah yayasan sosial.

Modus yang digunakan pelaku yakni membuat kegiatan sosial fiktif dan menarik donatur ke sejumlah pihak dengan mengatasnamakan panti asuhan Madinatul Laili di Kabupaten Batang yang ternyata fiktif. Saat ini pelaku sudah kabur dan kasus tersebut saat ini dalam pengusutan kepolisian. “Untuk meyakinkan kami dan para donatur, Iwan Kusuma mengaku profesor dari universitas di Jepang dan doktor dari IPB. Lalu dia dipercaya menjadi ketua LSM. Banyak bantuan masuk tapi tidak jelas kemana uang. Sehingga kami curiga dan melakukan investigasi,” kata Wahyudi, 40, warga Jakarta, saat ditemui di Mapolres Semarang.

Wahyudi dan teman-temannya sesama anggota LSM melakukan penelusuran di sejumlah tempat yang disebut-sebut pelaku untuk menyalurkan bantuan. Seperti di panti asuhan Madinatul Laili, di Batang, Jawa Tengah yang banyak disebut menerima bantuan, ternyata itu fiktif. Selain itu ada juga program-program yang disebut bekerjasama dengan BNN untuk penanggulangan narkoba. Ternyata setelah dicek di BNN pusat tidak ada kegiatan tersebut. “Dia mencari donatur dengan modus menawarkan program sosial dan bantuan langsung untuk yayasan sosial seperti panti asuhan. Dia beroperasi di berbagai kota seperti di Jawa dan Sumatera. Saat ini dari hasil penelusuran kami total ada sekitar Rp 21 juta dana yang tidak disalurkan bahkan mungkin lebih,” imbuhnya.

Direktur Kesehatan LSM Nasa Jakarta, Lili Indria, 39, warga Jakarta Selatan mengatakan, banyak bantuan yang masuk tetapi diduga kuat tidak disalurkan. Bahkan saat dimintai pertanggungjawabannya pelaku malah kabur. “Saya bergabung baru tiga bulan, jadi tidak tahu sebelumnya seperti apa. Kalau saya pribadi kerugiannya sekitar Rp 4 juta,” katanya.

Ia menambahkan, ia dan teman-temannya dari Jakarta sengaja menelusuri keberadaan pelaku dan investigasi mencari bukti-bukti. Termasuk mendatangi rumah pelaku di Jl HOS Cokroaminoto Ungaran, yang ternyata hanya ditinggali istri siri pelaku, Oneng Widyawati. Merasa dirugikan, akhrinya ia mengajak Oneng ke Mapolres Semarang untuk mengadukan masalah tersebut. “Kami lapor ke Polres karena dia domisilinya di sini. Namun laporan belum bisa diproses karena kasus hukumnya tidak di sini,” tambahnya. (tyo/fth)