Temukan Beras Mengandung Pemutih

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

SIDAK: Petugas mengecek susu kedaluarsa disebuah Pasar Bintoro kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SIDAK: Petugas mengecek susu kedaluarsa disebuah Pasar Bintoro kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

DEMAK – Petugas gabungan dari Bappeluh KP, Dinas Kesehatan, dan Disperindagkop kemarin melakukan sidak ke pasar tradisional. Yang menjadi sasaran adalah pedagang di Pasar Karanganyar dan Pasar Bintoro. Hasilnya, saat berada di Pasar Karanganyar, petugas yang tergabung dalam tim jejaring keamanan pangan menemukan beras yang dijual salah satu pedagang mengandung chlorine atau pemutih.

Beras tersebut diketahui mengandung zat berbahaya setelah dilakukan pengecekan dengan alat pendeteksi khusus. Kasubid Keamanan Pangan Bappeluh KP, Suwarni mengungkapkan, beras yang diketahui ada pemutihnya tersebut selanjutnya dibawa ke laboratorium untuk memastikan bahan yang dikandung dalam beras tersebut. “Kita ingin mengetahui lebih lanjut bahan pemutih itu,” katanya, kemarin.

Petugas PPNS dari Disperindagkop, M Ribath mengatakan, jika dilaboratorium nanti menunjukkan hasil positif, maka akan diambil langkah-langkah yang diperlukan. Sebab beras mengandung plastic jelas sangat berbahaya bagi masyarakat. “Kalau menunjukkan positif, maka kita perdalam lagi. Beras dibeli dari mana. Kita cek lagi. Bila ada pelanggaran hukum bisa dipidanakan. Ini sesuai dengan UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara,”katanya.

Staf Bappeluh KP, Muhamad Hanif menambahkan, tim jejaring mengadakan sidak tersebut sebagai langkah awal untuk mengamankan bahan makanan menjelang puasa Ramadan ini. Sebab saat ini banyak beredar makanan yang kadaluarsa dan tidak sehat. “Konsumen harus kita lindungi,”katanya. Selain mengecek beras, petugas juga mengecek ikan dan bahan makanan lainnya. (hib/fth)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -