Bupati Antono Anggap Rakor UKS Tak Manfaat

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

JAJANAN SEKOLAH : Sekitar 70 persen jajanan sekolah sangat berbahaya dikonsumsi, karena mengandung zat pewarna, MSG, bahan pengawet dan pemanis kimia bukan gula. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
JAJANAN SEKOLAH : Sekitar 70 persen jajanan sekolah sangat berbahaya dikonsumsi, karena mengandung zat pewarna, MSG, bahan pengawet dan pemanis kimia bukan gula. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KAJEN-Bupati Pekalongan, Amat Antono mengeluhkan rapat koordinasi (Rakor) Pembina Unit Kesehatan Sekolah (UKS) se-Kabupaten Pekalongan yang diselenggarakan oleh Bagian Kesejahteraan Masyarakat, Sekretariat Pemkab Pekalongan, di ruang Aula Pemkab Pekalongan, Selasa (16/6) kemarin. Pasalnya, peserta rapat yang meliputi camat, kepala UPT Pendidikan, serta perwakilan dari sekolah di Kabupaten Pekalongan, kurang tepat.

“Saya lebih suka kalau peserta rapat koordinasi UKS ini adalah pengelola sekolah itu sendiri. Baik siswa atau Kepala Sekolahnya, sehingga tindaklanjutnya jelas dan berdampak pada UKS itu sendiri,” kata Bupati.

Bupati juga menegaskan, bahwa peserta rapat seharusnya mengetahui tugas pokok dan fungsinya (tupoksi), atas jabatan yang diembannya. Bukan hanya rapat koordinasi yang mengeluarkan biaya tidak sedikit, namun tidak bermanfaat.

“Saudara ini kan digaji atau dibayar. Harusnya memahami tupoksi. Bukan rapat koordinasi yang mengeluarkan biaya, tapi program kerjanya tidak jelas,” kata Amat Antono.

Dalam rapat koordinasi tersebut terungkap bahwa hingga kini, jajanan sekolah yang ada di semua Kabupaten Pekalongan sangat tidak sehat dan berbahaya dikonsumsi oleh anak-anak peserta didik. Khususnya jajanan yang ada di Sekolah Dasar (SD) atau Madrasah Ibtidaiyah (MI), serta Taman Kanak-Kanak (TK).

“Dari hasil survei yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) selama satu tahun terakhir, 70 persen jajanan sekolah di Kabupaten Pekalongan sangat berbahaya jika dikonsumsi oleh anak-anak,” jelas Kepala Dinkes, Sutanto, ketika memberikan materi UKS.

Sutanto juga menegaskan bahwa jajanan sekolah yang ada selama ini, setelah diambil sampel, ternyata mengandung zat berbahaya. Di antaranya mengandung zat pewarna, MSG, bahan pengawet serta pemanis yang bukan gula, tapi bahan kimia yang berbahaya. Kandungan tersebut, jika dikonsumsi dalam jangka waktu lama, seperti tiga hingga lima tahun, maka anak usia sekolah tersebut akan terserang penyait kanker, ginjal dan liver.

“Kandungan seperti zat berbahaya tersebut sudah diluar batas toleransi untuk dikonsumsi anak usia sekolah. Padahal dari sampel yang sama setahun lalu, para pedagang atau produsen jajanan sekolah, masih menggunakannya pada batas kewajaran,” tegas Sutanto.

Sutanto menandaskan, untuk menghadapi tahun ajaran baru 2015 ini, Dinkes akan menginstruksikan kepada semua Puskesmas untuk melakukan pembinaan pada semua produsen jajanan sekolah yang ada di wilayahnya masing-masing. Peserta pembinaan jajanan sekolah tersebut, akan diberi sertifikat dan diperbolehkan menjual jajanannya di lingkungan sekolah.

“Pada tahun ajaran baru nanti, kami harap pihak sekolah dapat menegur para pedagang jajanan sekolah yang tidak memiliki sertifikat pembinaan, namun berjualan di sekolah,” tandas Sutanto. (thd/ida)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -