Dewan Pantau Persediaan Obat dan Alat Kontrasepsi

404
SIDAK: Ketua DPRD Demak Nurul Muttaqin dan Wakil Ketua Fahrudin Bisri Slamet saat sidak gudang obat di Dinas Kesehatan, kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SIDAK: Ketua DPRD Demak Nurul Muttaqin dan Wakil Ketua Fahrudin Bisri Slamet saat sidak gudang obat di Dinas Kesehatan, kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

DEMAK – Kalangan DPRD Demak, kemarin melakukan sidak ke beberapa instansi pemerintah. Mulai dari gudang obat milik Dinas Kesehatan (Dinkes) dan ke Kantor Bapermas KB. Sidak yang dipimpin Ketua DPRD Demak Nurul Muttaqin dan Wakil Ketua Fahrudin Bisri Slamet sempat mendatangi Kantor Dinas Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan Daerah (DPKKD) Pemkab Demak. Sidak diikuti anggota dewan lainnya.

Sidak dilakukan untuk mengkroscek beberapa data yang dinilai perlu diklarifikasi intansi terkait. Soal persediaan obat misalnya, dewan terpaksa harus melihat kondisi tempat penyimpanan obat untuk puskesmas agar mengetahui yang sebenarnya. “Kita lihat data yang masuk ke kami, stok obat nilainya sebesar Rp 9,4 miliar. Karena itu, kita ingin tahu data keluar masuk obat sehingga nilainya bisa mencapai sebesar itu. Kita hanya kroscek saja,” kata Wakil Ketua DPRD Demak, Fahrudin Bisri Slamet, kemarin.

Dewan juga ingin mengetahui ketesediaan alat kontrasepsi (alkon) di Bapermas KB yang nilainya mencapai Rp 871 juta serta melihat pengadaan LCD oleh DPKKD yang nilainya mencapai Rp 41 juta untuk kecamatan. “Kita minta penjelasan. Hasil sidak ini nanti kita perdalam di forum pansus atau komisi,” tambahnya.

Ketua DPRD Demak, Nurul Muttaqin mengatakan, sidak dilakukan sebagaimana tugas dan fungsi DPRD untuk mengontrol kebijakan pemerintah. “Kita jalankan tugas sesuai dengan tupoksi yang ada,”katanya.

Kepala Dinkes Demak, dr Iko Umiyati mengatakan, pengadaan obat tahun ini sebesar Rp 4 miliar. “Pengadaan obat memang ada kenaikan. Ini karena puskesmas rawat inap bertambah. Yakni, dari 13 puskesmas menjadi 14 puskesmas,”katanya.

Dia menambahkan, tidak ada sisa obat sehingga tidak ada pemusnahan. “Untuk persediaan obat pada 2015 ini, kita lakukan pembelian pada 2014. Jadi, obat langsung didrop ke puskesmas tiap bulan sehingga tidak ada yang sisa,”jelasnya.

Kabid KB Bapermas KB, Chandra W menuturkan, untuk alkon memang tersedia banyak dan dipastikan cukup untuk waktu 3 hingga 4 bulan kedepan. Sebab, ini untuk persediaan para akseptor KB. “Akseptor harus dijamin alat kontrasepsi ini,”katanya.

Saat ini, ketersediaan alkon mencapai 1.108 jenis implant. Alkon tersebut untuk peserta KB aktif. Dilain tempat, Kepala DPKKD Demak, Siti Zuarin menjelaskan, penerima LCD adalah lima kecamatan. Yaitu, Kecamatan Demak Kota, Karangtengah, Mranggen, Sayung dan Kecamatan Wonosalam. LCD tersebut untuk kecamatan yang penarikan pajaknya memenuhi target. “Jadi, LCD ini untuk kecamatan,” tambahnya.(hib/fth)