Gubernur Jangan Jadi Pengawas

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Ganjar Pranowo, Gubernur Jateng
Ganjar Pranowo, Gubernur Jateng

”Najwa bertanya apakah permainan anggaran masih ada? Ya saya jawab masih. Makanya saya mau buat sistem e-budgeting untuk mengantisipasinya,”

Rukma Setyabudi, Ketua DPRD Jateng
Rukma Setyabudi, Ketua DPRD Jateng

“Sebagai kepala daerah, gubernur boleh-boleh saja melakukan pencitraan diri. Akan tetapi, dalam rangka pencitraan itu, tidak perlu dengan cara menjelek-jelekkan yang lain,”

SEMARANG – Buruknya pola komunikasi yang dibangun antara eksekutif dan legislatif di Jawa Tengah ditengarai disebabkan sikap gubernur yang memosisikan diri sebagai pengawas. Padahal sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya, gubernur merupakan pelaksana program kerja yang telah diputuskan bersama dengan anggota dewan.

”Kalau gubernur memosisikan diri sebagai pengawas kan aneh. Dalam pemerintahan, eksekutif itu pelaksana dan dewan selaku legislatif yang bertugas mengawasi. Tapi yang terjadi di Jateng, gubernur ini sebagai pengusul, pelaksana sekaligus pengawas,” ungkap Ketua DPRD Jateng Rukma Setyabudi ditemui di ruang kerjanya, kemarin.

Rukma menjelaskan, lantaran memosisikan diri sebagai pengawas, gubernur sering menjatuhkan dewan khususnya terkait anggaran. Maka tidak heran jika kemudian para anggota dewan merasa tersinggung dan terluka hatinya. ”Saya tahu perasaan teman-teman anggota dewan sekarang ini. Sehingga perasaan itu dimunculkan dalam pandangan umum fraksi pada sidang paripurna kemarin,” imbuhnya.

Ditegaskannya, sesuai UU No.23 tahun 2014 tentang pemda, kedudukan dewan dengan gubernur itu sejajar. Oleh karenanya, masing-masing pihak harus menjalankan pekerjaan sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya. Dalam hal ini, keduanya tidak perlu saling menjatuhkan dan melukai. ”Sebagai kepala daerah, gubernur boleh-boleh saja melakukan pencitraan diri. Akan tetapi, dalam rangka pencitraan itu, tidak perlu dengan cara menjelek-jelekkan yang lain,” tandasnya.

Terpisah, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat dikonfirmasi memastikan akan memberikan jawaban resmi atas protes keras yang dilontarkan DPRD Jateng dalam sidang paripurna beberapa waktu lalu. Menurutnya, jawaban itu akan disampaikan pada sidang paripurna mendatang. ”Saya akan meminta protes resminya dulu. Saya pelajari dan saya jawab resmi juga nantinya,” ungkapnya.

Ganjar mengaku berterima kasih atas respons dan kritik yang diberikan oleh kalangan dewan. Kendati demikian, apa yang disampaikannya pada acara Mata Najwa Metro TV 10 Juni lalu dengan menyebut legislatif kerap mempermainkan anggaran itu sebagai upaya pencegahan. ”Najwa bertanya apakah permainan anggaran masih ada? Ya saya jawab masih. Makanya saya mau buat sistem e-budgeting untuk mengantisipasinya,” klaimnya.

Ganjar menambahkan, jika kalangan dewan menyatakan bahwa saat ini sudah tidak ada permainan anggaran, ia justru mengaku senang. Artinya, APBD Jateng dapat digunakan secara maksimal untuk pelayanan rakyat dan pembangunan. ”Saya hanya mengajak, kalau masih ada (permainan anggaran) ayo kita perbaiki bersama-sama,” tukas pria yang juga pernah menjadi anggota DPR RI itu. (fai/ric/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -