Hendi Kemungkinan Akan Diperiksa Lagi

288

PLEBURAN – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi dimungkinkan akan diperiksa kembali sebagai saksi kasus dugaan korupsi proyek kolam retensi di Kelurahan Muktiharjo Kidul, Kecamatan Pedurungan, Semarang oleh penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jateng.

Menurut Asisten Tindak Pidana Khusus (Tipidsus) Kejati Jateng, Johni Manurung melalui Kepala Seksi Penyidik Kejati Jateng, Imang Job Marsudi, untuk pemeriksaan wali kota yang akrab disapa Hendi tersebut, masih akan dievaluasi terlebih dahulu.

”Tidak menutup kemungkinan diperiksa lagi. Kemarin beliau (Hendi) diperiksa sebagai saksi untuk semua tersangka dalam perkara proyek kolam retensi,” kata Job kepada Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (16/6).

Job mengatakan, Selasa (16/6) kemarin, tim penyidik Kejati Jateng telah memanggil 4 saksi, yakni Direktur PT Harmonny International Technology (PT HIT) selaku kontraktor pelaksana kolam retensi Muktiharjo Kidul, Handawati Utomo; pegawai PT HIT, Agung Respati, serta dua pejabat Dinas Pengembangan Sumber Daya Alam-Energi Sumber Daya Mineral (PSDA-ESDM) Kota Semarang, yakni Safitri Nur Farida dan Siti Nur Fatonah.

”Saksi dimintai keterangan untuk melengkapi berkas perkara para tersangka kasus tersebut. Untuk kondisi saksi Handawati Utomo memang masih kelihatan sakit. Karena sudah masuk panggilan kedua, dan mungkin beliau (Handawati Utomo, Red) ingin agar kasusnya cepat selesai, jadi berkenan hadir. Beliau juga bersedia memberi keterangan, jadi langsung diperiksa mulai pukul 11.00,” ungkap Job.

Kelima tersangka dalam kasus tersebut, diakui Job, belum pernah diperiksa dalam kapasitasnya sebagai tersangka. Namun sebagai saksi, kata dia, mereka sudah pernah diperiksa. ”Audit perhitungan kerugian negara sudah diajukan ke Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jateng. Agar cepet selesai, kita langsung koordinasi antara ahli teknik dengan tim BPKP Jateng,” ujarnya.

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Jateng, Eko Suwarni, menambahkan, sebagai saksi, Handawati Utomo masih terus diperiksa hingga kemarin. ”Hari ini (Selasa) yang dipanggil tersangka sebagai saksi adalah Handawati Utomo, wajahnya tadi kelihatan pucat banget, tampaknya masih kurang sehat,” kata Eko.

Soraya, staf kantor PT Harmony International Technology saat dihubungi Jawa Pos Radar Semarang mengaku, pimpinannya sedang tidak ada di kantor. ”Di sini (kantor) sudah gak ada orang Mas, lagi pula pimpinan sudah lama tidak ke kantor,” ujar Soraya yang menyebutkan kantor PT Harmony International Technology berada di Jalan Kumudasmoro Tengah Raya No 17 lantai 2. (bj/aro/ce1)