Jelang Puasa, Awasi Daging Glonggongan

295

SALATIGA–Tingginya permintaan daging dalam bulan puasa, kerap dimanfaatkan oleh pihak yang tak bertanggung jawab dengan menjual daging glonggongan. Karena itulah, Paguyuban Pedagang Daging Sapi Kota Salatiga turut mengawasi dan mengingatkan bila ada pedagang yang menjual daging glonggongan di los daging Pasar Raya I.

“Saat ini, kami pastikan pedagang di Pasar Raya 1, bebas dari daging glonggongan. Karena kami mengambilnya langsung dari Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Salatiga,” kata Ny Apri, ketua Paguyuban Pedagang Daging Sapi saat ditemui di kiosnya, Selasa (16/6) kemarin.
Kendati begitu, dirinya tak menampik bila memang ada pedagang yang nekad menjual daging glonggongan. Tapi itu sudah menjadi keputusan dan tanggung jawab masing-masing pedagang. Karena memang harganya lebih murah dari daging yang berkualitas dan bukan gelonggongan.

“Harga daging sapi saat ini Rp 90 ribu per kilogramnya, sedangkan yang glonggongan hanya Rp 70 ribu per kilogramnya. Kadang masyarakat memilih yang murah,” imbuhnya.

Guna mencegah penjualan daging glonggongan, harap Apri, Pemkot Salatiga melalui Dinas Pertanian dan Peternakan harus ikut membantu ketersediaan sapi. Dengan tersedianya stok daging sapi, harga akan stabil dan pasokan dari RPH juga bisa rutin.

Sementara, terkait dengan permintaan daging sapi menjelang bulan puasa, kata Apri, masih tetap dan cenderung menurun. Ia mensinyalir hal ini akibat lesunya perekonomian nasional. Sehingga daya beli masyarakat menurun.

“Setelah kenaikan harga BBM yang diikuti kenaikan harga kebutuhan lainnya, harga daging sapi juga ikut naik dan bertahan hingga sekarang di kisaran Rp 90 ribu per kilogramnya,” katanya.

Dalam kesempatan sebelumnya, Kepala Satpol PP, Kusomo Aji mengatakan bahwa pihaknya bersama instansi terkait dari Disperindag, Dinas Pertanian dan Peternakan, akan melakukan operasi makanan saat bulan puasa. Tidak hanya makanan kadaluarsa, namun juga jenis daging yang dijual di pasar-pasar tradisional. “Hal ini untuk mengantisipasi maraknya penjualan daging glonggongan dan daging ayam tiren,” katanya. (sas/ida)