Telur dan Daging Ayam Naik Rp 7 Ribu/Kg

389
NAIK HARGA : Meningkatnya permintaan daging ayam potong menjelang puasa, diiringi dengan kenaikan harga. Sebagaimana di Pasar Johar Semarang daging yang semula Rp 28 ribu kini naik menjadi 35 ribu per kg. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
NAIK HARGA : Meningkatnya permintaan daging ayam potong menjelang puasa, diiringi dengan kenaikan harga. Sebagaimana di Pasar Johar Semarang daging yang semula Rp 28 ribu kini naik menjadi 35 ribu per kg. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
NAIK HARGA : Meningkatnya permintaan daging ayam potong menjelang puasa, diiringi dengan kenaikan harga. Sebagaimana di Pasar Johar Semarang daging yang semula Rp 28 ribu kini naik menjadi 35 ribu per kg. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG-Mendekati Ramadan, beberapa harga komoditas mulai merangkak naik. Tidak terkecuali telur dan daging ayam yang harganya naik hingga Rp 7 ribu per kg.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Semarang di Pasar Johar kemarin, harga telur ayam dipatok Rp 25 ribu per kg dari sebelumnya Rp 18 ribu per kg. Sementara daging ayam dari Rp 28 ribu menjadi 35 ribu per kg. Meski begitu, harga daging sapi tetap stabil di angka Rp 85 ribu per kg.

Ramiyati, salah satu pedagang ayam potong di Pasar Johar menuturkan bahwa kenaikan yang terjadi mulai akhir pekan kemarin ini dikarenakan pasokan bahan yang berkurang, sementara permintaan terus bertambah. “Kata peternaknya, cuaca yang tidak menentu seperti sekarang ini mengurangi kualitas panen. Harga bahan pakannya juga naik,” ungkapnya.

Selain itu, lanjut Ramiyati, kenaikan harga daging ayam sudah menjadi hal yang lumrah ketika menjelang bulan puasa. Hanya saja, kenaikannya tidak setinggi tahun-tahun sebelumnya. “Biasanya tidak sampai Rp 5 ribu per kg,” imbuhnya.

Sementara itu, pedagang lain, Nuraini menambahkan, harga telur ayam yang menyentuh Rp 25 ribu per kg ini juga dikarenakan jumlah permintaan yang terus menanjak. Dikatakannya, banyak wajah baru yang memborong di lapaknya.

“Permintaanya makin hari terus betambah, sementara pasokannya tetap. Banyak pembeli baru akhir-akhir ini. Mungkin banyak yang memanfaatkan bulan puasa untuk membuka warung matengan,” tutupnya. (amh/ida)