Umat Tao Peringati Kedatangan Dewa Obat

538
TERBEBAS DARI PENYAKIT: Sejumlah umat Tao menggelar ritual menyambut kedatangan dewa obat. Mereka menggelar arak-arakan di kawasan Pantai Marina. (Nur Wahidi/Jawa Pos Radar Semarang)
TERBEBAS DARI PENYAKIT: Sejumlah umat Tao menggelar ritual menyambut kedatangan dewa obat. Mereka menggelar arak-arakan di kawasan Pantai Marina. (Nur Wahidi/Jawa Pos Radar Semarang)

TAMBAKHARJO — Ratusan umat Tao terlihat khusyuk memanjat doa di altar persembahan di bibir Pantai Marina, Semarang, kemarin. Mereka bergantian memohon kesehatan kepada Dewa Obat dan selanjutnya mengarak Kimsin Poo Seng Tay Tee atau Dewa Obat.

Ritual tersebut menjadi doa rutin tahunan yang dilakukan pada bulan lima tanggal satu penanggalan Imlek. Ritual itu untuk memperingati kedatangan Kim Sin Kong Co Poo Seng Tay Tee ke Semarang, tepatnya 1853. Yang saat itu Kota Semarang dilanda sebuah wabah penyakit, kemudian warga Tionghoa meminta bantuan ke negeri Cina.

”Tahun ini peringatan ke-155 kedatangan Dewa Obat, Poo Seng Tay Tee dari China. Yang saat itu mendarat di pelabuhan Bom Lama, dan setelah kedatangan dewa, maka wabah penyakit itu pun hilang,” ungkap humas Gunawan, kemarin.

Sebelumnya di Kelenteng Tay Kak Sie juga berlangsung berbagai atraksi kesenian dan ritual sejak pukul 05.00, kemudian berjalan menuju Pantai Marina. Di sana warga etnis Tionghoa memanjatkan doa tidak hanya kepada dewa obat, tetapi juga Diaen Kong atau Tuhan Yang Maha Kuasa dan Dutik Kong atau Dewa Bumi.

Usai melakukan ritual di Pantai Marina, kegiatan berlanjut dengan kirab di kawasan Pecinan pada pukul 13.00 hingga sore hari. Dari Jalan Mataram, umat Kong Hu Cu mengarak Kim Sin Poo Seng Tay Tee, bendera Tay Kak Sie, dan dewa-dewa lainnya. Arak-arakan tersebut dibawa mengelilingi pecinan untuk melewati beberapa kelenteng kecil yang ada di sana. ”Dengan adanya ritual ini tentunya warga di Kota Semarang diharapkan bisa terbebas dari rasa sakit dan diberi kesehatan,” ungkap salah seorang pejimsin, Naora, 45. (hid/zal/ce1)