Pengusaha Harus Jujur dan Kreatif

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Irwan Hidayat. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Irwan Hidayat. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

BAGI Presiden Direktur PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk, Irwan Hidayat, kunci sukses seorang pengusaha adalah jujur dan selalu kreatif. Sedangkan modal bukan satu-satunya yang dibutuhkan untuk menjadi wirausahawan sukses.

“Modal suatu saat bisa habis. Yang tidak bisa habis adalah kreativitas, niat baik, kejujuran, dan sebagainya. Dengan kreativitas itulah, kita bisa berbuat apa saja untuk mengembangkan bisnis,” tutur Irwan saat menjadi pembicara di Universitas Negeri Semarang (Unnes) dalam rangka Menyongsong Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), Rabu (17/6) kemarin.

Irwan mencontohkan catatan sejarah orang sukses dan kaya, dulunya tidak punya apa-apa, apalagi modal. Sedangkan banyak orang yang punya modal banyak dan kaya raya, akhirnya habis juga.

“Kejujuran dan kreativitas itulah yang menjadi roh bisnis, baik dalam memulai usaha maupun dalam mengembangkannya. Namun, membangun kepercayaan masyarakat juga sangat penting,” katanya di hadapan 400 mahasiswa Bidik Misi.

Apalagi dalam menyongsong MEA 2015, imbuhnya, kunci suksesnya pengusaha harus mampu membangun kepercayaan masyarakat dalam menghadapi persaingan pasar bebas. “Pengusaha dalam hal ini harus bisa membuat produk-produk berkualitas dan masyarakat juga harus memiliki kesadaran membeli produk-produk lokal,” ungkapnya.

Irwan menceritakan usaha jamu yang dirintis keluarganya juga pernah mengalami kondisi sulit, yakni memiliki utang sebesar Rp 46 juta dan sudah masuk panitia urusan piutang negara pada tahun 1973. “Padahal, hasil dari sales (penjualan, red) saat itu hanya Rp 800 ribu/bulan. Namun, memasuki tahun berikutnya mampu menaikkan penjualan sampai Rp 12 juta/bulan,” katanya.

Akhirnya, kata dia, utang itu bisa lunas dalam waktu empat bulan berkat niat baik dan kejujuran usaha yang kini berkembang pesat. “Makanya, saya ajak para mahasiswa untuk mementingkan roh bisnis dalam bekerja, seperti baik, jujur, dan dan kreatif. Jangan hanya terpatok pada modal,” tutur Irwan. (tya/ida)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -