Puasa, Pelayanan Harus Ditingkatkan

339
KOMITMEN: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyalami para PNS usai upacara di halaman balai kota, kemarin. (Humas for Jawa Pos Radar Semarang)
KOMITMEN: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyalami para PNS usai upacara di halaman balai kota, kemarin. (Humas for Jawa Pos Radar Semarang)

BALAI KOTA – Menyambut bulan Ramadan, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menggelar upacara bendera di halaman balai kota, Rabu (17/6). Kesempatan tersebut juga merupakan upacara terakhir yang dihadirinya sebelum mengakhiri masa jabatannya.

Di akhir masa jabatannya, wali kota berterima kasih kepada semua pihak atas kerja sama dan dukungannya selama memimpin Kota Semarang. Sampai saat ini telah banyak pembangunan yang dicapai dan banyak penghargaan yang diperoleh. Namun pihaknya tetap berpesan untuk meningkatkan kinerjanya dalam rangka penyerapan anggaran.

”DPA (Dokumen Pelaksanaan Anggaran) sudah kita serahkan tanggal 12 Januari, kemudian kegiatan lelang juga sudah bisa dimulai pada Desember 2014. Semua sudah ada aturan yang jelas, jadi sebetulnya sudah tidak perlu ada lagi alasan untuk menunda-nunda pekerjaan. Saya berterima kasih dan mengapresiasi apa yang sudah kawan-kawan lakukan selama ini,” tuturnya.

Pihaknya meminta jajarannya untuk tidak takut melangkah. ”Saya paham saat ini kita menghadapi berbagai persoalan, tapi saya pastikan jika kita mengerjakannya sesuai aturan dan ketentuan, Insya Allah semua akan berjalan dengan lancar,” katanya.

”Ibarat pepatah, ombak yang besar menghasilkan pelaut yang tangguh. Begitu pula kita, PNS hebat adalah PNS yang mampu menghadapi berbagai persoalan. Tidak berhenti tetapi tetap semangat untuk rakyat,” tegasnya.

Selama Ramadan, kata dia, terdapat perubahan jam pelayanan yakni pukul 08.00 sampai 15.15. Sementara pada Jumat dari pukul 08.00 sampai pukul 11.30 dan pada Jumat bagi yang muslim supaya berbusana muslim, sedangkan kawan-kawan yang nonmuslim mengenakan batik. ”Namun berubahnya jam pelayanan, tidak berarti pelayanan kepada masyarakat mengendur. Tidurnya orang puasa saja dinilai ibadah dan dapat pahala, apalagi kalau kita bekerja, melayani masyarakat dengan baik, Insya Allah pahalanya akan lebih besar,” katanya.

Ia berpesan, penyelenggaraan pelayanan publik tidak boleh terganggu dengan adanya aktivitas puasa di bulan Ramadan. Pihaknya meminta adanya koordinasi dengan instansi terkait demi terjaminnya kelancaran distribusi, pemenuhan serta kestabilan harga kebutuhan pokok masyarakat di Kota Semarang, monitor kepatuhan pelaksanaan jam operasional tempat-tempat hiburan, serta antisipasi pengamanan wilayah serta ketenteraman dan ketertiban umum demi terciptanya iklim kondusif.

Pada 19 Juli mendatang, masa kepemimpinannya sebagai wali kota periode I akan berakhir. ”Mumpung ketemu dan menjelang bulan puasa, saya atas nama keluarga dan pribadi, meminta maaf yang sebesar-besarnya. Tentu selama saya memimpin Pemerintah Kota Semarang, ada tindak tanduk saya, tutur kata, perilaku, maupun saat kita berkomunikasi, ada hal-hal yang kurang berkenan atau menyinggung perasaan kawan-kawan,” pungkas wali kota yang maju kembali dalam Pilwalkot 9 Desember mendatang. (zal/aro/ce1)