Sambut Ramadan dengan Atraksi Perang Barong

965
ATRAKTIF: Seni Barong ditampilkan menyambut Ramadan di lapangan KONI cukup meriah dan membuat masyarakat terhibur. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
ATRAKTIF: Seni Barong ditampilkan menyambut Ramadan di lapangan KONI cukup meriah dan membuat masyarakat terhibur. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

DEMAK – Pemkab Demak benar-benar melakukan berbagai upaya untuk terus melestarikan kesenian tradisional. Buktiknya, atraksi perang barong yang digelar Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Pemkab Demak, kemarin, cukup meriah. Animo masyarakat untuk melihat atraksi tersebut masih sangat besar.

Atraksi ini yang dihelat khusus untuk menyambut Ramadan ini memadukan antara seni Barong Kusumojoyo asal Desa Gebang, Kecamatan Bonang dengan atraksi barongsai dari Semarang. Kegiatan ini mampu menyedot ribuan warga Demak untuk menonton pertunjukan yang berlangsung di lapangan KONI, Jalan Sultan Hadiwijaya, Kota Demak tersebut.

Plt Sekda Demak dr Singgih Setyono bersama para pejabat yang lain turut menyaksikan atraksi tersebut. Kepala Disparbud Demak, M Ridwan mengungkapkan, perang barong tersebut untuk menunjukkan adanya harmonisasi irama sehingga bisa memberikan kegembiraan bagi masyarakat Demak dalam menyambut bulan suci Ramadan. “Kesenian barong yang mengambil cerita Ronggo Toh Jiwo ini sebagai sarana dakwah para wali ketika itu melalui pendekatan budaya,” katanya, kemarin.

Ia menambahkan, Ronggo Toh Jiwo dalam sejarahnya berhasil ditundukkan Sunan Kalijaga sehingga berhasil masuk Islam dengan cara membaca kalimat sahadat. Sementara itu, selain menggelar pertunjukan perang barong, Disparbud juga menyajikan makanan khas Demak menjelang Ramadan dalam kegiatan megengan di Pecinan Kota Demak. Yaitu, makanan sate keong dan kerang. Biasanya, acara tersebut diadakan di Alun-Alun Kota Demak. Namun, karena harus steril, maka dipindah ke kawasan Pecinan. “Kami akan terus berupaya untuk mempertahankan kesenian tradisional,” tambahnya. (hib/fth)