Sindhu Darmali Ditangkap

956
DIEKSEKUSI: Sindhu Darmali yang ditangkap tim intelijen Kejati Jateng dan Kejari Karanganyar. (DOK/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DIEKSEKUSI: Sindhu Darmali yang ditangkap tim intelijen Kejati Jateng dan Kejari Karanganyar. (DOK/JAWA POS RADAR SEMARANG)

PLEBURAN – Mantan Ketua Yayasan Kelenteng Tay Kak Sie Gang Lombok, Sindhu Darmali, ditangkap petugas gabungan Intelijen Kejati Jateng dan Kejari Karanganyar, Selasa (16/6) malam. Ketua Paguyuban Warga Tionghoa Jateng yang juga Direktur PT Palur Raya tersebut ditangkap berdasarkan putusan Mahkamah Agung Nomor 1206K/Pid/2013 tanggal 6 Januari 2014.

Dalam putusan tersebut, Sindhu dinyatakan terbukti bersalah dan meyakinkan melakukan tindak pidana penipuan melanggar pasal 378 KUHP.

”Dalam putusan tersebut, Sindhu divonis pidana penjara selama 1 tahun 6 bulan. Namun kemudian kabur dan menjadi buronan Kejari Karanganyar,” kata Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Jateng, Eko Suwarni kepada Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (17/6).

Eko menjelaskan, Sindhu ditangkap usai sembahyang dari kelenteng sekitar pukul 19.15. Ia diciduk tim gabungan Intelijen Kejati Jateng dan Kejari Karanganyar.

”Begitu selesai sembahyang dari kelenteng, dia keluar dan langsung ditangkap petugas di Jalan Suyudi, Semarang. Petugas sudah mengintai lama dari luar,” ujar Eko.

Saat ditangkap, tidak ada perlawanan sedikit pun dari Sindhu. Sehingga petugas langsung membawanya ke Kejati Jateng. Beberapa saat kemudian, kondisi kesehatan Sindhu langsung drop. Ia pun dilarikan ke RSUP dr Kariadi sekitar pukul 21.30.

”Dia dibawa ke IGD RSUP dr Kariadi untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh. Hasil laboratorium menyatakan terpidana Sindhu sakit,” ungkap Eko.

Setelah dinyatakan sakit, Sindhu sempat menjalani perawatan. Sindhu kemudian dinyatakan sehat dan langsung dibawa menggunakan ambulans dengan dikawal rombongan tim Pidana Umum (Pidum) Kejari Karanganyar menuju Rutan Kelas I A Surakarta untuk ditahan. ”Setelah dia sehat, langsung dibawa ke Rutan Surakarta untuk dieksekusi. Dia dibawa pukul 07.45 (Rabu pagi) kemarin,” tandasnya.

Seperti diketahui, kasus Sindhu berawal dari pemesanan Dextrose Syrup dalam jumlah besar kepada PT Tainesia Jaya yang kemudian dibayar olehnya dengan bilyet giro (BG) kosong. Atas perbuatannya, PT Tainesia Jaya mengalami kerugian hingga Rp 3,5 miliar. Sindhu pun dijerat pasal 378 KUHP tentang penipuan. Kasus hukum yang menjeratnya ini bahkan sampai tahap kasasi di Mahkamah Agung (MA). Hingga akhirnya MA menjatuhkan putusan bersalah kepada Sindhu dengan vonis 1 tahun 6 bulan. (bj/aro/ce1)
JS: PT Tainesia Jaya Alami Kerugian Rp 3,5 Miliar