BPBD Waspadai Zona Merah Kekeringan

370
DAMPAK KEMARAU : Musim kemarau yang melanda Demak dimanfaatkan petani setempat untuk menanam palawija. Tanaman tersebut cocok dengan areal pertanian yang kering kerontang. (Wahib pribadi/jawa pos radar semarang)
DAMPAK KEMARAU : Musim kemarau yang melanda Demak dimanfaatkan petani setempat untuk menanam palawija. Tanaman tersebut cocok dengan areal pertanian yang kering kerontang. (Wahib pribadi/jawa pos radar semarang)
DAMPAK KEMARAU : Musim kemarau yang melanda Demak dimanfaatkan petani setempat untuk menanam palawija. Tanaman tersebut cocok dengan areal pertanian yang kering kerontang. (Wahib pribadi/jawa pos radar semarang)

DEMAK – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Demak kini mulai mewaspadai daerah yang masuk kawasan zona merah kekeringan. Berdasarkan data BPBD setempat, wilayah yang masuk zona merah adalah Kecamatan Wedung, Mijen, Gajah, Karanganyar, Mranggen, Demak Kota, Karangawen, Kebonagung dan Dempet.

Kabid Kedaruratan BPBD, Mahfudz mengungkapkan, pihaknya sampai sekarang masih menunggu data pasti desa-desa di wilayah kecamatan tersebut yang mengalami kekeringan. Namun, hingga kini belum ada yang masuk ke BPBD. Menurutnya, BPBD telah berupaya untuk mengantisipasi dampak kekeringan akibat musim kemarau ini. Diantaranya dengan mengidentifikasi desa yang berpotensi kekurangan air bersih tersebut. “Kita rapat koordinasi dengan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dan kecamatan terkait. Selain itu, koordinasi dengan Bakorwil I Pati dan BNPB,” jelas Mahfudz di kantornya, kemarin.

Dia menambahkan, setidaknya ada 5 unit armada tangki siap memasok air bersih ke desa-desa yang membutuhkan. Masing-masing armada berkapasitas 5 ribu liter air bersih bekerjasama dengan PDAM setempat. “Kita sudah siapkan anggaran sebesar Rp 38 juta dari APBD murni 2015. Selanjutnya, dalam APBD perubahan juga kita usulkan. Kemudian, mengajukan juga bantuan ke BNPB, Bakorwil dan Bazda Demak,” katanya.

Tahun lalu, kata dia, untuk mengatasi kekeringan BPBD secara keseluruhan memasok 768 tangki air bersih ke wilayah yang membutuhkan bantuan. Di Kecamatan Wedung (2 desa), Kecamatan Mijen (5 desa), Kecamatan Gajah (2 desa), Kecamatan Kebonagung (2 desa), Kecamatan Karangawen (1 desa), Kecamatan Bonang (1 desa), Kecamatan Wonosalam (2 desa), Kecamatan Karanganyar (1 desa), Kecamatan Demak Kota (2 desa), Kecamatan Mranggen (1 desa) dan Kecamatan Dempet (1 desa).

Selebihnya, untuk Kecamatan Karangtengah, Guntur, dan Sayung waktu itu tidak ada permintaan bantuan air besih. “Sebetulnya, 14 kecamatan itu berpotensi kekeringan. Namun, karena ada air dari pamsimas, masyarakat bisa terbantu,” ujarnya. Sekretaris BPBD Demak, Listiyo Marsono mengungkapkan, untuk desa yang mengalami kekeringan langsung dikoordinir oleh kecamatan setempat. Karena itu, BPBD tetap menunggu data desa yang mengalami kekeringan tersebut. “Kita menunggu data dari kecamatan,” katanya. (hib/ric)