Diperkosa Setelah Dibunuh

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

REKONSTRUKSI : Tersangka Ahmad Yulianto alias Bro Jalil mempraktikkan cara membunuh korban PK Rizky Amelia Pratama yang diperankan oleh Polwan Polres Kendal dalam rekonstruksi, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
REKONSTRUKSI : Tersangka Ahmad Yulianto alias Bro Jalil mempraktikkan cara membunuh korban PK Rizky Amelia Pratama yang diperankan oleh Polwan Polres Kendal dalam rekonstruksi, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL – Ahmad Yulianto, 23, warga Kelurahan Jotang, Kecamatan Kendal Kota ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Kendal. Yakni atas kasus dugaan pembunuhan terhadap Pemandu Karaoke (PK) Rizky Amelia Pratama. Usai penangkapan, Kamis (18/6), polisi langsung melakukan rekonstruksi di lokasi pembunuhan.

Yulianto atau biasa dikenal warga sekitar sebagai Bro Jalil ini mengaku merupakan teman lama Amel. Sebab jarak rumahnya dengan rumah korban juga hanya satu kilometer saja. Dia mengaku nekat membunuh karena ingin mengambil motor korban merek Honda Beat lantaran sudah lama ia ingin punya motor sendiri. Untuk melancarkan niatnya itu ia pun membuat janji dengan korban, bermaksud untuk mengajak mabuk-mabukan menggunakan pil Trihex.

Selain itu, ia juga melakukan survey ke beberapa lokasi untuk mencari tempat agar pembunuhannya nanti tidak banyak diketahui banyak orang. “Ya memang saya rencanakan, karena saya ingin punya motor sendiri,” ujarnya.

Ia mendapatkan lokasi tepatnya di Jalan Arteri Kaliwungu, di sebuah lahan kosong yang ditumbuhi semak-semak belukar. Ia kemudian membuat janji dengan Amel kembali melalui telepon seluler dan memintanya datang ke rumah.

Amel pun datang ke rumah, setelah itu Yulianto mengajaknya ke sebuah bendungan salah satu tempat yang sebenarnya hendak dijadikan lokasi pembuhuhan. Tapi ia urungkan karena hari masih siang dan banyak orang lalu lalang.

Setelah itu ia mengajak korban ke Jalan Arteri Kaliwungu dengan membawa pil Trihex guna meyakinkan korban. Ia kemudian membeli es teh di sebuah warung di Jalan Arteri Kaliwungu dan memberikan pil Trihex kepada Amel. Setelah itu keduanya membeli minuman lagi dan menenggak pil Trihex lagi. “Tapi pil sudah habis,” katanya.

Setelahnya ia berpura-pura mengajak Amel untuk mengambil pil Trihex dari temannya. Ia kemudian berpura-pura menelepon temannya agar segera mengantarkan pesanannya tersebut. Guna meyakinkan Amel agar tidak curiga, Yulianto mengatakan kepada Amel jika pil Trihex akan di kirim di tempat sepi di Jalan Arteri. “Korban percaya, dan saya membocengkan korban dengan motornya menuju Jalan Arteri tempat yang sudah saya survey sebelumnya,” katanya di sela rekonstruksi tersebut.

Saat di lokasi kejadian, di Jalan Arteri ia memasukkan motornya ke lahan kosong yang sudah ditumbuhi semak belukar. Pelaku meminta korban untuk jongkok agar tidak terlihat dari luar. “Saat jongkok itulah kemudian saya menjerat lehernya dari belakang dengan tali sepatu dan mencekiknya sampai lemas,” tuturnya.

Ia kemudian menjatuhkan Amel ke tanah dan menindihnya punggungnya dengan kedua kakinya agar Amel tidak bisa melawan. Ia pun melihat kecantikan korban kemudian timbul nafsu birahi. “Saya kemudian copot celananya,” katanya.

Ternyata, korban masih bergerak hidup, Ia kemudian kembali mencekik leher korban dengan kedua tangannya hingga korban tidak bernafas. “Setelah mati, baru saya setubuhi mayat korban,” tandasnya.

Puas menyetubuhi mayat korban, ia kemudian membawa kabur motor berikut surat-surat kelengkapan kendaraan dan telepon seluler korban. Setelah itu saya buang celana dan celana dalam korban ke sungai untuk menghilangkan jejak,” tandasnya.

Kasatreskrim Polres Kendal, Iptu Fiernando Andriansyah mengatakan sedikitnya ada 20 adegan dipraktekkan pelaku dalam rekonstruksi tersebut. “Kami juga menembak kaki korban, karena saat akan ditangkap ia melakukan perlawanan dan mencoba kabur,” katanya. (bud/ric)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -