Dosen Harus Berani Menulis

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

NGALIYAN – Seorang dosen dituntut membuat karya tulis nasional maupun internasional. Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo kembali menekankan pentingnya publikasi jurnal internasional. Upaya untuk meningkatkan mutu penulisan itu dilakukan melalui pelatihan menulis jurnal internasional bagi kalangan dosen di Auditorium Pascasarjana, kemarin.

Sedikitnya 70 dosen dilibatkan dalam pelatihan yang dibimbing dua Dosen Universitas Queensland Australia, Robert Hampson dan Krisantini itu.

Robet mengatakan, setiap dosen harus memiliki keberanian untuk menulis dalam membuat karya tulis nasional maupun internasional. Potensi yang dimiliki masing-masing dosen harus dikembangkan lebih maksimal. ”Banyak potensi yang dimiliki oleh dosen UIN Walisongo dalam berbagai disiplin ilmu. Potensi itu, tidak perlu disia-siakan dan harus dilanjutkan dengan menulis karya tulis baik nasional maupun internasional,” ujar Robert.

Tulisan yang baik menurutnya, tidak hanya menjadi angan-angan, tapi harus langsung ditulis. Dalam rangka membuat publikasi bisa dibaca oleh dunia, maka jurnal internasional itulah tempat yang paling tepat untuk para dosen.

Senada dengan Robert, Kristanti menekankan pentingnya dosen UIN Walisongo untuk tetap selalu eksis dalam melakukan penulisan. Melalui penulisan tersebut secara tidak langsung kemampuan dan intelektualitas seorang dosen dapat lebih terasah. ”Apalagi sebagian dosen UIN sudah pernah dilatih di Australia. Kesuksesan dosen menembus jurnal internasional itu bukan hanya menjadi impian tapi harus diwujudkan dengan nyata. Universitas Queensland sudah menandatangani MoU dengan UIN dan ikut bertanggung jawab peningkatan mutu tulisan dosen UIN ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Sholihan menyebutkan kegiatan tersebut sebagai tindak lanjut kerjasama UIN dengan Universitas Queensland Australia. ”Hadirnya dua dosen Universitas Queensland ini merupakan bukti keseriusan mereka mengawal mutu tulisan dosen UIN hingga layak dimuat jurnal internasional. Universitas Queensland secara bertahap akan melaksakan kerja sama sejumlah pelatihan di UIN, penelitian kerja sama dan penulisan jurnal internasional secara terpadu,” imbuh Sholihan. (ewb/zal/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -