Jam Kerja PNS Dipotong 5 Jam

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

PEKALONGAN-Jam kerja para PNS di lingkungan Pemkot Pekalongan akan mendapatkan potongan waktu selama bulan Ramadan. Jika pada hari-hari biasa dalam seminggu, PNS bekerja selama 37,5 jam, maka selama Ramadan pegawai pemerintah hanya bekerja selama 32,5 jam. Potongan waktu tersebut dimaksudkan untuk memberikan kelonggaran bagi para PNS menyiapkan buka puasa di rumahnya masing-masing.

Kabid Mutasi dan Pembinaan pada Badan Kepengawaian Daerah (BKD) Pemkot Pekalongan, Moch Bagus Diyanto menjelaskan bahwa berdasarkan surat dari Gubernur Jateng dan Kemenpan RB, jam kerja selama Ramadan ditetapkan 32,5 jam dalam satu minggu. Namun pembagian jam kerja setiap harinya diserahkan ke pemerintah kabupaten/kota masing-masing.

“Untuk Kota Pekalongan, jam kerja selama puasa untuk Senin hingga Kamis dimulai pukul 7.30 hingga pukul 14.15. Sementara untuk Jumat, jam kerja dimulai pukul 7.30 hingga pukul 11.00,” terang Bagus saat ditemui di kantornya, kemarin.

Aturan jam kerja tersebut, kata dia, sudah dituangkan dalam surat edaran nomor 800/02251 dan diterbitkan tanggal 10 Juni 2015. Jam kerja setiap harinya selama puasa, berkurang satu jam dari waktu kerja hari biasa. “Hari biasa, untuk Senin sampai Kamis dimulai pukul 7.15 hingga 15.45. Sedangkan Jumat dimulai 7.15 hingga 14.30,” sambung Bagus.

Jam kerja yang ditetapkan Pemkot Pekalongan, juga berbeda dengan jam kerja PNS yang ditetapkan Pemprov Jateng. Dimana, dalam surat edarannya disebutkan jam kerja PNS antara pukul 8.00 hingga 15.30 selama Senin hingga Kamis.

“Memang tidak masalah, yang terpenting dalam satu minggu 32,5 jam. Untuk pengaturannya diserahkan ke daerah masing-masing. Di Kota Pekalongan, kami mempertimbangkan jam pulang lebih cepat untuk memberikan kesempatan kepada para PNS untuk mempersiapkan buka puasa,” terang dia lagi.

Kendati jam kerja dikurangi, katanya, volume kerja dan pelayanan kepada masyarakat tetap dipertahankan. Begitu pula di sejumlah instansi pelayanan langsung seperti di sarana kesehatan, jam kerja tetap menyesuaikan seperti yang sudah diatur dalam surat edaran, namun pelayanan harus dipertahankan. “Untuk pelayanan, kami berharap tidak berkurang, harus sesuai dengan pelayanan pada hari biasa,” tandasnya. (han/ida)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -