Kenalkan Bahasa Isyarat Indonesia, Buka Stan di CFD

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

SOSIALISASI BISINDO: Sejumlah penyandang tunarungu dan para relawan saat mengenalkan bahasa isyarat Indonesia di acara Car Free Day Jalan Pahlawan, belum lama ini. (NURUL PRATIDINA/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SOSIALISASI BISINDO: Sejumlah penyandang tunarungu dan para relawan saat mengenalkan bahasa isyarat Indonesia di acara Car Free Day Jalan Pahlawan, belum lama ini. (NURUL PRATIDINA/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Komunitas penyandang tunarungu bersama sejumlah relawan aktif menyosialisasikan bahasa isyarat Indonesia (Bisindo). Hal ini guna lebih memudahkan penyandang tunarungu dalam menjalin komunikasi dengan masyarakat. Seperti apa?

NURUL PRATIDINA

SALAH satu sudut Jalan Pahlawan Semarang terlihat cukup ramai pada Minggu pagi lalu. Bukan pedagang yang ramai dengan para pembelinya, namun beberapa anak muda yang asyik menggerak-gerakkan jemari tangan serta diikuti oleh gesture tubuh yang berubah-ubah.

Ya, mereka adalah para penyandang tunarungu beserta sejumlah relawan dari berbagai komunitas. Anak-anak muda ini mengajarkan Bahasa Isyarat Indonesia (Bisindo) yang sehari-hari digunakan oleh para penyandang tunarungu dalam berkomunikasi, baik dengan sesamanya maupun nontunarungu ke masyarakat.

Mulai dari kode alfabet digambarkan dengan jari yang dibentuk menyerupai huruf per huruf. Bagian ini cukup mudah dipahami dan bisa cepat dihafalkan. Kemudian isyarat saat kali pertama berkenalan, cara menanyakan nama, dan isyarat lainnya yang familier digunakan dalam keseharian. ”Menurut saya belajar bahasa isyarat seperti ini sangat menarik,” ujar Farida.

Ia bersama salah seorang rekannya yang mampir di stan ini terlihat sangat antusias dalam mempelajari bahasa isyarat. Berkali-kali ia mencoba merangkai nama dan beberapa kata serta mencoba berkomunikasi dengan bahasa isyarat yang telah diajarkan.

Salah seorang anggota Gerakan Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Gerkatin), Ari Mardiyanto, mengungkapkan, sebelumnya memang sudah ada bahasa isyarat yang diakui secara nasional, dan diajarkan di sekolah luar biasa.

Namun begitu, menurutnya, bahasa isyarat tersebut terlalu rumit. Pertama, karena hanya menggunakan satu tangan dengan menggerakkan jari. Kedua, kurang familier, karena tidak memakai isyarat yang kerap digunakan dalam keseharian.

”Selain itu, terkadang penggunaannya terlalu cepat. Sehingga kami sendiri juga sulit memahaminya,” kata Ari, salah satu penyandang tunarungu.

Nah, bahasa isyarat yang kini mereka sosialisasikan ke masyarakat merupakan hasil dari pengolahan oleh sejumlah rekan-rekan tunarungu. Menurutnya, kode-kode dari Bisindo ini lebih mudah ditangkap oleh sesama rekan penyandang tunarungu maupun mereka yang bisa mendengar. Karena disesuaikan dengan gerak dan isyarat yang umumnya digunakan dalam keseharian.

”Bahasa isyarat ini juga tidak dibuat dalam sehari dua hari, tapi cukup lama, karena kami juga menyesuaikannya dengan isyarat-isyarat yang digunakan sehari-hari dan mudah dipahami,” ujarnya.

Tujuannya, lanjut Ari, untuk memudahkan berkomunikasi dengan sesama, serta masyarakat yang bukan penyandang tunarungu. Sehingga para penyandang tunarungu akan lebih mudah bersosialisasi.

Pengenalan Bisindo dari para penyandang tunarungu yang tergabung dalam Gerkatin ini juga didukung oleh sejumlah anak muda yang tergabung dari berbagai komunitas. Di antaranya Budi Wicaksono, Diah Wahyu dan Muhammad Wajar.

Ketiganya mengakui, pengenalan bahasa isyarat ini sangat menyenangkan, meski bukan berarti tak ada kendala. Awalnya, cukup sulit untuk menarik perhatian masyarakat, mereka harus pandai-pandai mengasah kreativitas.

Mulai rutin nongkrong di acara Car Free Day (CFD) hingga menggelar sejumlah kegiatan pendukung lainnya. ”Kalau di Car Free Day, saya kadang pura-pura jadi penyandang tunarungu, kemudian ke jalan sambil mengajak para pejalan untuk mampir di stan kami. Reaksi masyarakat pun beragam. Ada yang antusias, ada juga yang cuek. Pokoknya usaha,” kata Budi Wicaksono, yang masih berstatus mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes).

Mereka berharap, pengenalan bahasa isyarat ini dapat membuka peluang lebih besar bagi para penyandang tunarungu untuk menjalin komunikasi dengan masyarakat. Sehingga mereka pun memiliki ruang yang lebih besar di tengah masyarakat.

”Selama ini mungkin suara mereka tidak terlalu banyak terdengar, padahal bisa jadi mereka juga memiliki banyak ide maupun prestasi yang dapat dibagi. Harapan kami, Bisindo dapat dikenal masyarakat dan diakui oleh pemerintah, kemudian penyandang tunarungu juga lebih mudah berkomunikasi,” harapnya. (*/aro/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -