Pasar Sepi Pengunjung, Harga Cabe Naik

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

KELUHKAN KENAIKAN : Pedagang sayuran di Pasar Darurat Batang, mengeluh atas kenaikan harga cabe yang diikuti dengan kenaikan beberapa jenis sayuran lainnya. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KELUHKAN KENAIKAN : Pedagang sayuran di Pasar Darurat Batang, mengeluh atas kenaikan harga cabe yang diikuti dengan kenaikan beberapa jenis sayuran lainnya. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

BATANG-Puluhan pedagang sayuran yang berada di Pasar Darurat, Kecamatan /Kabupaten Batang, sepekan terakhir banyak yang menutup usahanya. Padahal awal datangnya bulan suci Ramadan, biasanya ramai pembeli yang berbelanja untuk kebutuhan puasa.

Hal itu dilakukan lantaran naiknya harga cabai hingga mencapai Rp 41 ribu per kilogramnya dari harga semula Rp 32.500 per kilogram. Hal itu membuat banyak pedagang sayuran yang sudah berlangganan dengan pedagang sayuran, tidak datang berbelanja, karena terus merugi. Sedang pengunjung jarang datang ke Pasar Darurat, karena banyak pedagang yang tidak berjualan.

Beberapa pedagang sayuran yang tetap berjualan, hanya sebatas melayani pelanggan tetap dan tidak menjual cabe jika tidak ada pesanan. Sementara cabe merah impor banyak dijumpai di depan Pasar Darurat, tidak diminati pembeli karena rasanya yang kurang pedas.

Rahmawati, 34, distributor sayuran dan cabe, warga Desa Warungasem, Kamis (18/6) kemarin, mengungkapkan bahwa sejak harga cabe merah merangkak naik dari Rp 32.5000 hingga Rp 46 ribu per kilogramnya, banyak pedagang yang tutup. “Ini karena kenaikan harga cabe diikuti kenaikan sayuran lainnya,” tuturnya.

Menurutnya, banyak pedagang sayuran yang memilih berjualan cabe hijau impor yang harganya lebih murah Rp 28 ribu per kilogram dan sangat membantu pedagang warung makan. ”Kalau harga cabe mahal, barangnya cepat habis. Bahkan cabe hijau impor yang semula kurang dinimati pengecer, kini mulai banyak yang membeli, ” ungkap Rahmadi.

Kendati demikian, imbuhnya, cabe hijau impor kurang diminati ibu rumah tangga dan pedagang rumah makan lokal. Karena cabe hijau impor rasanya kurang pedas dan hanya bagus di warna saja.

”Yang beli cabe hijau impor biasanya pedagang tauto dari Kota Pekalongan dan rumah makan Padang. Kalau warung makan biasa dan ibu rumah tangga kurang berminat, karena kurang pedas. Mereka sukanya yang cabe lokal,” kata Rahmawati yang mengaku cukup untung berjualan cabe hijau impor.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan, Koperasi dan UMKM (Perindagkop) Kabupaten Batang, Jamal Abdul Naser menegaskan bahwa pihaknya telah menerjunkan sejumlah staf untuk memantau kenaikan beberapa harga sayuran dan kebutuhan pokok lainnya ke pasar-pasar tradisional. Naiknya harga cabe disebabkan beberapa daerah pemasok gagal panen. Sedangkan permintaan akan sayuran tersebut meningkat di awal Ramadan.

”Setiap hari petugas kami datang ke pedagang, menanyakan kenaikan harga. Monitoring harga terus kami lakukan, agar bisa mengendalikan harga,” tegas Jamal. (thd/ida)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -