Persaingan Ketat, Orang Tua Cabut Berkas

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

PANTAU JURNAL : Para orang tua murid memantau jurnal online untuk memastikan anak-anaknya bisa diterima atau tidak di SMP favorit yang diharapkan. (DHINAR SASONGKO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PANTAU JURNAL : Para orang tua murid memantau jurnal online untuk memastikan anak-anaknya bisa diterima atau tidak di SMP favorit yang diharapkan. (DHINAR SASONGKO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SALATIGA–Hari kedua Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMP, sekolah favorit tetap dipenuhi pendaftar. Sedangkan para orang tua murid sibuk memantau jurnal online untuk memastikan anaknya dapat diterima di sekolah yang dimaksud. Sedangkan sebagian orang tua murid lainnya, sibuk mencabut berkas lantaran nilai anaknya berada di bawah batas penerimaan siswa sekolah.

Sekolah negeri kategori favorit adalah SMPN 1 dan SMPN 2, memastikan tidak menerima siswa yang nilainya berada di bawah batas yang ditentukan dan sudah melebihi kuota yang ada. Sementara yang berada di bagian bawah jurnal, harap–harap cemas dengan masih banyaknya pendaftar yang masuk dan dikhawatirkan menggeser posisi.

“Pendaftar sudah melebihi kuota yakni 224 siswa. Kini tinggal menunggu ranking nilai saja. Memang tahun ini nilainya lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya,” jelas Sugiharto, kepala SMPN 2 Salatiga saat bertemu wartawan, kemarin siang. Ia menyatakan, yang menjadi kekhawatirkan para pendaftar saat ini adalah masuknya siswa dari luar Kota Salatiga dengan nilai yang bagus.

Sementara di SMPN 1, banyak orang tua yang cemas dengan posisi anaknya. Seperti diungkapkan Nawir, 48, yang memantau jurnal pendaftaran sejak pagi. “Kalau yang mendaftar nilainya bagus–bagus, ya posisinya akan turun terus. Kalau keluar dari kuota, ya terpaksa cabut berkas dan pindah ke SMP lain sebelum Jumat (19/7),” jelas Nawir.

Dalam pantauan wartawan, orang tua yang mencabut berkas, baik dari SMPN 1 maupun SMPN 2 memang cukup banyak. Kemungkinan akan dipindahkan ke sekolah lain yang masuk pilihan kedua seperti SMPN 4, SMPN 3, dan SMPN 9 yang lokasinya masih berada di tengah kota. “Saya memantau dulu dan kemungkinan kalau sulit ya ke SMPN 9,” tutur Diyono, salah satu orang tua murid.

Dalam proses pendaftaran tahun ini, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Salatiga menghapus nilai kemaslahatan (nilai tambah) bagi calon siswa yang orang tuanya pendidik dan pegawai di bidang kependidikan.

Kebijakan baru untuk tahun seleksi penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ajaran 2015-2016 tersebut, diklaim sebagai langkah tepat dalam menciptakan rasa keadilan bagi semua calon siswa.

Meskiupun nilai kemaslahatan telah dihapus, namum Disdikpora tetap memberlakukan nilai lingkungan bagi calon siswa asal Kota Salatiga dengan memberi nilai tambahan 1,5 dari nilai ujian nasional (UN) dalam seleksi PPDB tingkat SMP dan SMU. (sas/ida)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -