5 Hal yang Membatalkan Puasa

348
PUTARAN PERTAMA: Salat Isya dan Tarawih Badan Amalan Islam (BAI) Kota Semarang putaran I di aula rumah dinas Wali Kota Semarang, Kamis (18/6). Imam salat dan tausiah oleh DR KH Moch Arjak Imroni, MAg dari IAIN Walisongo Semarang. Dihadiri muspida, sekda, SKPD, perbankan, serta masyarakat. (NUR CHAMIM/ Jawa Pos Radar Semarang)
PUTARAN PERTAMA: Salat Isya dan Tarawih Badan Amalan Islam (BAI) Kota Semarang putaran I di aula rumah dinas Wali Kota Semarang, Kamis (18/6). Imam salat dan tausiah oleh DR KH Moch Arjak Imroni, MAg dari IAIN Walisongo Semarang. Dihadiri muspida, sekda, SKPD, perbankan, serta masyarakat. (NUR CHAMIM/ Jawa Pos Radar Semarang)

MANYARAN – Tarawih keliling di malam ke-2 Ramadan diselenggarakan di rumah dinas Wali Kota Semarang, Kamis (18/6). Salat Isya dan Tarawih tersebut dihadiri oleh muspida, kepala SKPD, lurah dan camat, serta masyarakat umum. Dalam tausiahnya, Imam salat Moch Arjak Imroni, MAg dari IAIN Walisongo membahas lima hal yang dapat membatalkan puasa.

Dia menyebutkan bahwa ibadah yang dilakukan saat bulan Ramadan merupakan ibadah yang luar biasa. ”Ramadan berasal dari kata dasar Ramda semakin panas karena panas yang terus-menerus dan tanah yang menjadi semakin panas sedemikian rupa disebut Ramda. Jadi Ramadan artinya membakar. Untuk membakar karena berjalan telanjang kaki di tanah yang hangus.” Alasan mengapa bulan suci ini disebut Ramadan adalah karena ia membakar dosa,” tuturnya.

Ia menambahkan, barang siapa yang berpuasa di bulan Ramadan karena iman maka Allah akan mengampuni dosa-dosa yang telah lalu. ”Agar puasa kita dapat berjalan dengan baik kita harus menghindari hal-hal yang membatalkan puasa karena puasa itu tidak hanya menahan haus dan lapar melainkan ada 5 hal yang perlu dihindari,” tegasnya.

Kelima hal tersebut di antaranya berdusta, adu domba, syahwat, melakukan perbuatan yang memancing syahwat, sumpah palsu serta bergunjing. ”Jika kita dapat menjaga lima perkara tersebut, maka puasa kita akan sempurna sehingga diterima oleh Allah SWT,” sambungnya.

Di akhir, ia mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan bulan puasa kali ini untuk lebih meningkatkan ibadah. ”Semoga puasa dan amal ibadah yang kita laksanakan tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya dan dapat menjadikan bulan puasa ini sebagai bulan peningkatan tali silaturahmi dan ukhuwah Islamiyah,” pungkasnya.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi meminta untuk tidak mengendurkan semangat untuk melayani masyarakat. ”Jangan jadikan bulan puasa sebagai alasan tapi harus tetap bekerja dengan semangat. Tidur saja dihitung ibadah apalagi jika kita bekerja. Sambut bulan Ramadan ini dengan suka cita, baik secara lisan maupun perbuatan,” ujarnya.

Ia juga mengimbau seluruh masyarakat untuk mengisi bulan Ramadan dengan ibadah. ”Misalnya dengan menyisihkan sebagian materi yang kita miliki untuk masyarakat yang membutuhkan karena dari total sebanyak 1,6 juta jiwa masih terdapat 300.000 warga yang kurang mampu,” tambahnya. (zal/ce1)