Basyir Resmi Mundur

322
SURAT PENGUNDURAN DIRI : Wali Kota Pekalongan Basyir Ahmad menunjukkan surat pengunduran dirinya yang akan diberikan ke DPRD Kota Pekalongan. (HAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SURAT PENGUNDURAN DIRI : Wali Kota Pekalongan Basyir Ahmad menunjukkan surat pengunduran dirinya yang akan diberikan ke DPRD Kota Pekalongan. (HAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

PEKALONGAN – Wali Kota Pekalongan Basyir Ahmad menepati janjinya untuk mundur dari jabatannya. Dia secara resmi mengajukan surat pengunduran diri ke DPRD Kota Pekalongan, Jumat (19/6).

“Dengan Bismillahi Tawakkaltu Allallah, saya mengundurkan diri dari Wali Kota Pekalongan,” ucap Basyir sambil mendatangani surat pengunduran dirinya di hadapan media. Ditambahkan Basyir, pengunduran dirinya juga dilengkapi lembar surat alasan kenapa dia mundur dari Wali Kota Pekalongan.

Dijelaskan, dirinya mundur dengan tiga pertimbangan. Pertama dirinya memang sudah memahami adanya surat edaran tentang petahana. Yang kedua, dirinya beralasan bahwa ada kegiatan yang tidak mungkin dilakukan jika dirinya menjabat sebagai Wali Kota. “Intinya saya ingin terjun ke Pilkada, karena Wali Kota harus netral. Makanya saya mundur, agar bisa ikut berperan,” jelasnya.

Tujuan kedua Basyir berhubungan dengan, harapannya agar dia bisa turut menyeleksi dan memenangkan calon yang diangkatnya. “Kita tahu sendiri, Kota Pekalongan sudah mendapatkan banyak penghargaan. Untuk itu saya ingin ada penerusnya, figur Wali Kota yang bisa meneruskan program saya. Makanya harus saya pilih dan menangkan, agar program terus berjalan,” bebernya.

Dijelaskan lebih dalam, dirinya berhenti karena merasa ada orang yang berhak maju dalam Pilwalkot kali ini. Diungkapkan pula, setelah dirinya mendapati surat edaran KPU tersebut, dirinya sudah konsultasi ke Gubernur Jawa Tengah. Atas arahan gubernur dirinya juga sudah ke KPU Pusat. Untuk konfirmasi perihal surat edaran tersebut.

Terkait komentar Menteri Dalam Negeri terkait pengunduran dirinya berbau kepentingan politis, Basyir beranggapan bahwa untuk berhenti itu hak seseorang. “Bagaimanapun, saya akan tetap berhenti. Untuk itu tetap mengajukan sesuai alasan saya saat ini. Permohonan saya juga legal. Nanti saya akan menjelaskan ke Mendagri sendiri, kalau masuk akal pasti diterima,” terangnya optimistis.

Untuk itu, Basyir menargetkan setelah hari ini mengajukan ke DPRD, pada tanggal 22 Juni surat rekomendasi dari DPRD sudah keluar. Dan segera diajukan ke Gubernur. “Akhir bulan saya targetkan dari gubernur saya dapat. Dan sebelum 6 Juli, saya sudah dapat rekomendasi Mendagri,” ucapnya.

Dipilihnya tanggal 6 Juli untuk tanggal mundurnya, Basyir mengungkapkan bahwa tanggal tersebut sangat bersejarah. Yang mana, bahwa pada tanggal tersebut, dirinya pertama kali dilantik jadi Wali Kota.

Pasca pengunduran dirinya, Basyir tidak khawatir. Untuk pemerintahan, sudah ada wakil yang menggantikan. “Ini juga pas, sesuai janji saya bahwa akan mengawal Alex (Wawalkot) jadi Wali Kota. Walaupun hanya sebulan,” kelakarnya.

“Terkait istri saya maju atau tidak, juga belum tahu. Karena menunggu rekomendasi DPP Golkar. Selain itu juiga harus di survey dulu,” tandasnya. Di tempat terpisah Wakil Ketua DPRD Kota Pekalongan, Ismed Anonim menanggapi datar pengunduran diri Basyir. “Kalau minus, mundur saja. Itu sah-sah saja. Silakan kalau mau mundur tidak masalah,” ucapnya. (han/ric)