Ikuti Kultum Bentuk Instropeksi Diri

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Ikuti Kultum Bentuk Instropeksi Diri
Ikuti Kultum Bentuk Instropeksi Diri

MUHAMMAD Farhan pria kelahiran 2 Pebruari 1983 tampak ramah dan bersahabat ketika ditemui Jawa Pos Radar Semarang di sela-sela kesibukannya memantau persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Semarang. Pria yang bekerja sebagai Asisten Penghubung Komisi Yudisial (KY) Jawa Tengah tersebut juga rela berbagi cerita tentang kesibukan dirinya dan keluarga di bulan Ramadan.

Pria lulusan IAIN Salatiga Jurusan Hukum Islam tersebut mempunyai kebiasaan unik sebelum dimulainya awal puasa di bulan Ramadan, yaitu tradisi Padusan atau biasa dikenal dengan tradisi mandi besar sebagai usaha untuk membersihkan diri sebelum menjalani puasa.

Puasa tahun ini, dia memilih padusan (Megangan) di daerah air terjun Seloprojo, Grabak, Kabupaten Magelang. ”Jadi Padusan itu menyucikan diri dan bergembira dengan datangnya bulan Ramadan. Kegiatannya selalu rutin saya lakukan bersama keluarga,” kata pria pemilik hobi hiking, Jumat (19/6).

Mantan Staf Kepaniteraan Pengadilan Agama (PA) Salatiga tersebut menjelaskan, padusan berasal dari bahasa Jawa ”adus” yang berarti mandi. Tradisi ini dipercaya akan menghilangkan dosa hingga jiwa raga menjadi suci saat memasuki bulan Ramadan. ”Ini sudah menjadi tradisi sejak kecil Mas,” ujar lelaki yang mengaku pernah berhasil meraih predikat web terbaik se-Jawa Tengah dan peraih juara ke-4 se-Indonesia kategori web Pengadilan Agama kelas I B tahun 2011/2012.

Pria yang pernah dipercaya menjadi tim SIADPA (Sistem Administrasi Perkara Peradilan Agama) PA Salatiga tahun 2010-2012 ini juga rutin mengikuti kultum (kuliah tuju menit) pagi sebagai bentuk siraman rohani. Kultum dimanfaatkan untuk introspeksi diri. ”Sebagai Islam harus rutin mengikuti pengajian tentunya sebagai bentuk siraman rohani. Kalau di luar Ramadan jadwalnya penuh Mas, yah bulan Ramadan ini kita manfaatkan,” ungkap pria yang juga sering melakukan tarling bersama keluarganya itu. (bj/zal/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -