Jateng Siapkan 6 Lisensi LSP

320

SEMARANG—Menghadapi gempuran persaingan global pada Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) akhir tahun mendatang, Badan Koordinasi Sertifikasi Profesi (BKSP) Jateng mempersiapkan enam lisensi Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP), yakni kecantikan, kehumasan, analisis kesehatan, perbankan syariah, retail, dan batik.

Ketua BKSP, Hertoto Basuki, menuturkan, keenam LSP itu akan disusul dengan sektor-sektor lain yang juga harus segera direalisasi. Sebab, persiapan human capital merupakan salah satu elemen penting dalam bersaing di MEA. Jika sumber daya manusia telah mengantongi sertifikasi kompetensi, kata dia, bisa dipastikan para pekerja punya daya saing tinggi di kancah nasional, bahkan internasional.

“World Economic Forum baru saja merilis ranking Human Capital negara-negara di dunia pada 2015. Posisi Indonesia pada survei yang mengukur berdasarkan 4 pilar, yakni pendidikan, kesehatan, infrastruktur dan angkatan kerja ini meletakkan nusantara pada posisi 69, menurun dari periode sebelumnya 53. Semoga dengan adanya LSP, bisa mengejar ketertinggalan,” ungkapnya di Hotel Dafam Semarang, kemarin.

Ketua LSP Batik, Subagyo, menuturkan, sosialisasi uji kompetensi masih terhambat kesadaran masyarakat mengenai pentingnya sertifikasi. Banyak yang menganggap produksi mereka sudah bagus, dan tetap laris manis meski tanpa sertifikasi.

“Pada belum mudeng pentingnya kompetensi. Padahal sertifikasi sangat penting demi meningkatkan SDM. Kalau SDM sudah kompeten, produk yang dihasilkan pasti memenuhi standar pasar internasional,” tuturnya.

Meski begitu, pihaknya tetap menggenjot sosialisasi agar para pengusaha batik di Jateng bisa mengikutkan pekerja atau pengusaha itu sendiri dalam uji kompetensi. Dikatakannya, biaya sertifikasi terbilang murah jika dibandingkan hasil yang didapatkan. Hanya Rp 300 ribu untuk tenaga kerja, dan Rp 1,5 juta untuk pengelola.

Subagyo menargetkan, setelah lebaran LSP Batik sudah bisa running dan mampu menyertifikasikan sebanyak 500 orang hingga akhir tahun mendatang. “Peluang sertifikasi ini sangat besar mengingat Jateng merupakan sentra batik. Setelah sukses di Jateng, kami akan membuka uji kompetensi di Madura,” jelasnya. (amh/aro)