Pasutri Tipu Belanja Material Rp 736 Juta

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

BARUSARI – Pasangan suami istri berinisial SHP, 40, dan TIK, warga Jalan Mawar Jingga, Perum Plamongan Indah, Semarang, dilaporkan ke Polrestabes Semarang. Pasutri ini diduga melakukan penipuan dengan modus belanja material bangunan menggunakan bilyet giro (BG) kosong alias tidak ada dananya. Akibatnya, korban Andreas Leo Agusta, 30, warga Jalan Taman Bringin I/12 A Ngaliyan dan Jalan Karonsih Selatan X/860 A mengalami kerugian mencapai Rp 736.581.000.

”Keduanya membeli barang material bangunan di rumah saya sejak 16 Februari 2015. Terlapor membayar dengan menggunakan BG. Namun saat hendak saya cairkan, BG tersebut kosong atau tidak ada dananya,” terang Andreas saat melapor kepada petugas Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Semarang, Jumat (19/6).

Dijelaskan Andreas, terlapor terus melakukan pemesanan barang material bangunan. Karena pihak pelapor berprasangka baik, saat itu tidak menaruh curiga. ”Dia bilang akan membayar menggunakan bilyet giro. Saya percaya karena omongannya meyakinkan,” katanya.

Pihak korban akhirnya mengirimkan barang berkali-kali, sebagaimana pemesanan yang dilakukan oleh terlapor. Namun saat korban bermaksud mencairkan uang melalui bank yang mengeluarkan bilyet giro tersebut, ternyata bank menyatakan bahwa BG atas nama terlapor yakni nomor: BZ 019910, BZ 01991, BZ 019917, BZ 597730, BZ 597731, BZ 597732, BZ 597733, BZ 597734, BZ 019909, BZ 597729, BZ 019914, CB 483911, dan BZ 019903 dari bilyet giro Bank Danamon No 649245, 649246 tersebut kosong. ”Semuanya dinyatakan kosong, atau tidak ada dananya,” ujar Andreas.

Pihaknya mengaku sudah meminta klarifikasi kepada terlapor untuk melakukan penyelesaian masalah ini secara kekeluargaan. Namun pihak terlapor tidak menunjukkan respons baik untuk menyelesaikan masalah ini. Maka dengan berat hati, Andreas memilih menyelesaikan melalui jalur hukum.

Berbekal surat keterangan penolakan dari BCA tanggal 16 Februari 2015 dan 16 lembar bilyet giro atas nama terlapor, korban akhirnya melapor secara resmi ke Polrestabes Semarang, Jumat (19/6) sekitar pukul 11.40.

Terlapor akan dijerat pasal 378 KUHP tentang penipuan. Sebagai saksi adalah Fredy Richardo, karyawan dari supplier pelapor. Hingga kemarin, kasus ini masih ditangani aparat Reskrim Polrestabes Semarang. (amu/aro/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -