Pengaduan Asuransi Terbanyak Kedua

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

SEMARANG- Pengaduan asuransi menjadi yang terbanyak kedua setelah pengaduan masalah perbankan yang diterima oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Transparansi serta informasi yang menyeluruh perlu diberikan pada nasabah sebelum kesepakatan ditandatangani.

Kepala Bagian Perizinan OJK Kantor Regional IV Jawa Tengah-Daerah Istimewa Jogjakarta, Probo Sukesi, mengatakan, pihaknya sejauh ini sebatas melakukan pengawasan perbankan, baik bank umum maupun Bank Perkreditan Rakyat (BPR). Sedangkan asuransi dan industri keuangan non bank lainnya diawasi langsung oleh OJK pusat.

“Namun demikian untuk pengaduan, baik nasabah perbankan maupun non perbankan, OJK daerah menerima semuanya. Sejauh ini, untuk Jawa Tengah, pengaduan seputar asuransi, kedua terbanyak setelah perbankan,”ujarnya.

Jenis pengaduan rata-rata seputar premi yang tidak terbayarkan, kemudian biaya pengobatan yang ternyata tidak tergantung dalam kesepakatan, padahal nasabah telah berobat, serta beberapa pengaduan lainnya.

“Untuk masalah premi ini biasanya ada bab yang belum jelas. Nasabah kurang mendapatkan informasi yang jelas terkait kesepakatan premi tersebut. Bisa jadi kurang adanya keterbukaan dari pihak asuransi pada nasabah di saat awal kesepakatan,”paparnya.

Terkait pengaduan tersebut, dalam melakukan penanganan, selain menegaskan perlunya keterbukaan juga kejelasan informasi yang disampaikan kepada nasabah sebelum adanya kesepakatan, pihaknya juga berupaya melakukan mediasi.

“Kalau sudah ada pengaduan, kami melakukan klarifikasi terhadap pihak asuransi, kemudian mediasi dengan mempertemukan kedua belah pihak. Sebisa mungkin tercapai kesepakatan baru. Namun bila tidak dan nasabah kurang puas, pengaduan bisa diajukan ke pengadilan,”tandasnya.(dna/aro)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -