Satu Lagi Jembatan Darurat Dibangun

360
BANGUN JEMBATAN LAGI : Bupati Pekalongan, Amat Antono saat melihat langsung persiapan pembangunan jembatan darurat kedua di Desa Kedungpatangewu, kemarin. (Taufik hidayat/jawa pos radar semarang)
BANGUN JEMBATAN LAGI : Bupati Pekalongan, Amat Antono saat melihat langsung persiapan pembangunan jembatan darurat kedua di Desa Kedungpatangewu, kemarin. (Taufik hidayat/jawa pos radar semarang)

KAJEN – Kemacetan yang terjadi sejak jembatan Surabayan, Kecamatan Kedungwuni, dibangun sebulan lalu diperkirakan akan semakin parah saat masa mudik lebaran nanti. Pasalnya jembatan darurat yang ada di Desa Bugangan adalah akses jalan yang sangat penting untuk menuju pusat pemerintahan Pekalongan serta satu-satunya jembatan yang menghubungkan dua Kecamatan, yakni Kecamatan Kedungwuni dan Wonopringgo.

Untuk mengurangi kemacetan tersebut, Bupati Pekalongan, Amat Antono, membangun satu lagi jembatan darurat di Desa Kedungpatangewu yang letaknya tidak jauh dari lokasi semula jembatan darurat pertama.

Jembatan darurat kedua ini dibangun dengan melibatkan TNI dengan anggaran Rp 199 juta dari sumber dana tak terduga. Jembatan memiliki panjang 40 meter dan lebar 3 meter. Jumat (19/6), Bupati Pekalongan, Amat Antono, melihat langsung persiapan pembangunan jembatan darurat. Jembatan darurat kedua ini untuk memecah arus lalu lintas, yang melintas di jembatan darurat yang pertama.

Antono mengatakan pekerjaan pembangunan jembatan darurat kedua di Kedungpatangewu, Kecamatan Kedungwuni, melibatkan TNI dalam proses pembangunan. “Kami sekarang menambah satu lagi jembatan darurat, di Kedungpatangewu, untuk memecah kemacetan yang terjadi pada jembatan darurat yang pertama. Sehingga pada saat arus mudik nanti, tidak terjadi kemacetan yang terlalu panjang,” katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Kedungpatangewu, Endang Tatik, mengungkapkan, agar pembuatan jembatan darurat di desanya segera selesai sebelum arus mudik dimulai. Menurutnya jika jembatan darurat di Kedungpatangewu belum selesai, maka tidak bisa dibayangkan kemacetan yang terjadi, khususnya pada malam perayaan Idul Fitri nanti.

“Saya sudah sampaikan pada Bupati Antono, agar jembatan darurat selesai dua minggu sebelum lebaran. Sehingga tidak terjadi kemacetan panjang di jembatan darurat yang ada di Desa Bugangan,” katanya. (thd/ric)