Temukan 50 Produk Makanan Kadaluarsa

464

KENDAL – Masyarakat Kendal yang kerap berbelanja makanan atau minuman kemasan harus lebih waspada.Sebab, masih banyak pedagang atau pengusaha yang menjual produk makanan dan minuman kemasan melebihi tanggal kadaluarsa. Bahkan hasil inspeksi dadakan (sidak) pasar dan minimarket yang dilakukan Tim gabungan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kendal bersama Satpol PP mendapatkan setidaknya ada 50 makanan dan minuman kemasan kadaluarsa.

Makanan dan minuman dalam kemasan yang kadaluarsa itu didapati masih dijajakan di etalase sebuah toko di wilayah Pasar Weleri. Diantaranya roti basah dan kering, kecap, permen, susu kaleng serta minuman. Dari operasi tersebut, diambil kesimpulan jika pedagang maupun penjaga toko lalai atau mengesampingkan tanggal kadaluarsa produk makanan dan minuman. Sehingga hal dapat merugikan dan berakibat fatal jika produk tersebut sampai dikonsumsi oleh masyarakat.

“Yang kami temukan itu teridiri dari berbagai merek makanan dan minuman. Kami lihat kemasan memang masih tertutup rapat. Tapi saat dilihat secara detil, pada tanggal atau tahun sudah kelewat batas masa konsumsi atau kadaluarsa,” kata Kabid Disperindag Kendal, Antin K Wijayanti, kemarin.

Ia menambahkan, saat dilakukan klarifikasi pihak toko mengakui hal itu karena lalai dalam meneliti barang dagangannya. “Kami sudah diklarifikasi itu memang adanya kelalaian, bukan kesengajaan. Barang kami sita dan pihak toko sudah kami beri peringatan,” imbuhnya.
Berdasar pengalaman tahun sebelumnya, Disperindag Kendal pernah menemukan beberapa kasus ada produk makanan dan minuman kadaluarsa masih diperjualbelikan secara bebas. Temuan produk makanan dan minuman sudah tidak layak komsumsi itu pada umumnya dalam bentuk kemasan.

Sidak juga digelar di pasar tradisional untuk memastikan ketersediaan bahan pokok menjelang dan selama ramadhan ini. Terutama ketersediaan beras, gula, minyak goreng dan gas elpiji yang beberapa pekan terakhir sempat terjadi kelangkaan dibeberapa wilayah. “Sidak yang kami lakaukan ini bertujuan untuk mengantisipasi beredarnya makanan dan minuman yang mengandung bahan kimia berbahaya. Mengingat permintaan akan produk makanan dan minuman meningkat menjelang puasa dan lebaran,” tambahnya.

Harga bahan pokok di pasaran masih terhitung stabil. Petugas tidak menemukan indikasi penimbunan sembako yang dilakukan pedagang ataupun distributor. Biasanya momen jelang Ramadan ini distributor nakal mencoba bermain dengan melakukan penimbunan sembako. Tapi dari sidak yang kita lakukan tadi tidak ada ditemukan indikasi penumpukan produk komoditas seperti beras, minyak, dan lainnya. “Dari pengawasan dan pemeriksaan terhadap produk makanan dan minuman sudah menjadi rutinitas tahunan yang dilakukan Disperindag Kendal menjelang hari besar keagamaan,” tambahnya.

Seorang penjaga toko makanan dan minuman kemasan, , Riyanto mengaku telah menjaga kualitas pelayanan terhadap konsumen.”Kami selalu memeriksa dagangan yang kami jual. Karena itu untuk menjaga kepuasan pelanggan, serta kesehatan bagi yang mengkonsumsi,” katanya. (bud/fth)