Dana Minim, Pendampingan Tak Maksimal

308

UNGARAN – Orang dengan HIV AIDS (ODHA) di Kabupaten Semarang semakin banyak jumlahnya. Sehingga butuh penanganan serius agar penularannya tidak meluas. Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Semarang mencatat hingga tahun 2015 ini sudah ada 270 ODHA yang menjalani pendampingan. Sementara itu anggaran untuk penanganan ODHA minim sehingga dikhawatirkan tidak dapat maksimal dalam penanganannya.

“Jumlah ODHA di sini semakin banyak, saat ini saja kami sudah mendampingi sekitar 270 ODHA. Sehingga kami harus lebih maksimal lagi untuk penanganan HIV/AIDS. Terutama masalah pendanaan butuh support yang besar agar penanganan lebih maksimal lagi,” tutur Sekretaris KPA Kabupaten Semarang Puguh Widjojo Pakuwojo, kemarin.

Menurut Puguh, pengajuan tambahan anggaran sebesar Rp 100 juta dari alokasi APBD 2015 masih belum ideal jika dibandingkan dengan jumlah ODHA saat ini. Sehingga pihaknya berharap ada dukungan penganggaran yang ideal sehingga dapat melakukan pembinaan dan pendampingan bagi ODHA dan orang berisiko tinggi tertular HIV/AIDS.

“Harapan kami ada dukungan penganggaran dari DPRD Kabupaten Semarang atau tim Badan Anggaran (Banggar). Untuk tahun 2016 pihaknya akan mengajukan anggaran sekitar Rp 400 juta untuk support kegiatan baik sosialisasi dan edukasi,” ungkapnya.

Terpisah Koordinator Dukungan Sebaya (KDS) Kabupaten Semarang Sunaryo yang aktif melakukan pendampingan ODHA mengatakan, KDS Kabupaten Semarang saat ini telah memberikan pendampingan untuk 270 ODHA. Jumlah ODHA tersebut kondisinya masih hidup sehingga bisa saja berkurang dan bertambah saat ada temuan baru.

“Dalam sebulan rata-rata kami menemukan antara lima hingga sepuluh kasus ODHA. Sampai saat ini tercatat sekitar 270 ODHA, mulai dari bayi yang baru lahir hingga orang tua berusia 67 tahun. Bahkan dalam satu keluarga ada yang terinfeksi HIV,” katanya.

Data di KPA Kabupaten Semarang berada di peringkat ke-15 dari 35 Kabupaten/Kota se Jawa Tengah untuk penyebaran HIV/AIDS. Kondisi tersebut cukup baik dibanding tahun-tahun sebelumnya yang sempat menduduki peringkat ke-2. (tyo/ric)