Eco Building Mampu Hemat 30 Persen

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

BERWAWASAN LINGKUNGAN : Raymon Firdauzi, Vice President at Scheneider Electric Indonesia alumni FTEK UKSW tahun 1992 sedang menjelaskan Konsep Eco Building di hadapan peserta seminar “See The Different with Eco Building”. (Dhinar Sas/Jawa Pos Radar Semarang)
BERWAWASAN LINGKUNGAN : Raymon Firdauzi, Vice President at Scheneider Electric Indonesia alumni FTEK UKSW tahun 1992 sedang menjelaskan Konsep Eco Building di hadapan peserta seminar “See The Different with Eco Building”. (Dhinar Sas/Jawa Pos Radar Semarang)

SALATIGA – Pembangunan gedung – gedung yang terus bertambah tanpa memperhatikan konsep bangunan hijau (green building) kini banyak menjadi sorotan. Padahal, jika menggunakan konsep green building maka akan menghemat biaya pengoperasian gedung sebanyak 30 persen setiap tahunnya.

Hal itu disampaikan Raymon Firdauzi, Vice President at Scheneider Electric Indonesia saat menjadi narasumber seminar bertema “See The Different with Eco Building” yang digelar oleh Fakultas Teknik Elektronika dan Komputer (FTEK) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Jumat (19/6) di Ruang C 107 UKSW.

Raymon menyebut bahwa akan muncul banyak kerugian apabila suatu gedung tidak menerapkan konsep green building. Raymon mencontohkan biaya operasional dan perawatan sebuah gedung yang dibangun sembarangan jauh lebih mahal daripada gedung yang menerapkan konsep green building. Selain itu, keamanan serta kenyamanannya menjadi jauh berkurang. “Yang paling penting adalah efisiensi energinya,” terang alumni FTEK UKSW tahun 1992 ini.

Dihadapan puluhan mahasiswa yang menjadi peserta seminar, Raymon menjelaskan efisiensi energi sangat diperlukan mengingat sumber energi bisa habis apabila digunakan terus menerus. Efisensi penggunaan energi setidaknya dapat dilakukan melalui dua pendekatan. Yaitu pendekatan aktif dan pasif. Pendekatan aktif dilakukan dengan memanfaatkan teknologi terbarukan, sedangkan pendekatan pasif bisa diperoleh dengan cara memaksimalkan konstruksi sebuah bangunan.

Ditemui di sela-sela acara, Deddy Susilo selaku Koordinator Bidang Kemahasiswaan (Korbidkem) FTEK menyampaikan dengan hadirnya Raymon Firdauzi diharapkan dapat menambah wawasan mahasiswa mengenai konsep eco green yang saat ini sudah mulai diterapkan di kota-kota besar.
Dirinya berharap mahasiswa UKSW pun bisa termotivasi menciptakan kampus yang mendukung konsep tersebut. “Dukungan mahasiswa dapat diberikan dengan menerapkan hal tersebut pada dirinya sendiri. Contoh sederhananya adalah meminimalisir penggunaan energi listrik untuk hal yang kurang berguna tidak hanya di kampus, namun juga di rumah atau kos masing-masing,” terangnya.

Deddy menegaskan bahwa penghematan itu dapat dilakukan dengan kesadaran sendiri. “Energi fosil kan lama-lama pasti habis, kita harus mulai merubah behaviour yang masih suka melakukan pemborosan energi,” tegasnya. Turut hadir dalam seminar ini adalah Arief Lestadi selaku Regional Manager, Central Java & DI Yogyakarta Schneider Electric serta Fa Brian Ganda Pratama, mahasiswa FTEK sekaligus Scheneider Electric Campus Ambassador. (sas/ric)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -