Prihatin Anak Muda Tak Hafal Pancasila

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

SEMARANG – Wakil Pimpinan Badan Sosialisasi MPR RI Zainut Tauhid Sa’adi mengaku prihatin dengan banyaknya generasi muda yang mulai melupakan empat pilar kebangsaan. Yakni Pancasila, UUD 45, NKRI serta Bhinneka Tunggal Ika. Yang ironis, tidak sedikit yang lupa dengan bunyi teks Pancasila. Jelas, jika kondisi ini terus dibiarkan bakal mengancam eksistensi bangsa dan negara.

”Saya cukup sedih saat ini banyak masyarakat, terutama anak-anak muda yang tidak hafal Pancasila. Padahal itu merupakan dasar negara,” kata Zainut Tauhid dalam acara Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang digagas MPR RI di Kantor PWNU Jateng, kemarin.

Ia menambahkan, banyaknya generasi muda yang melupakan empat pilar kebangsaan harus disikapi serius. Dalam hal ini, pemerintah harus berperan aktif agar bisa menjaga kelestasian empat pilar di masyarakat. Tidak hanya sekadar melestarikan, tapi bagaimana bisa mengaplikasikan semua itu dalam kehidupan nyata. ”Kita bangsa majemuk, harus benar-benar dipertahankan pilar agama agar keutuhan NKRI tetap bisa dijaga,” imbuhnya.

Zainut menilai pemerintah selama ini masih belum maksimal untuk mempertahankan empat pilar tersebut. Buktinya sudah tidak ada lagi pelajaran P4 yang dulu benar-benar fokus ke arah sana. Saat ini, generasi muda pun lebih senang dengan gaya hidup modern, dan berbagai keseharian yang modern. ”Coba suruh anak muda menyanyi lagu daerah, pasti banyak yang tidak tahu. Ini kan kenyataan yang sangat ironis,” tambahnya.

Ketua PWNU Jateng, Abu Hapsin mengatakan, empat pilar negara merupakan milik bersama dan harus dilestarikan. Bahkan, para founding father dan kiai-kiai NU saat itu benar-benar mempertahankan Pancasila dan NKRI. Untuk itu, kader-kader NU harus ikut berperan aktif untuk melestarikan dan mengimplementasikan dalam kehidupan masyarakat. ”Empat pilar ini milik kita makanya harus dipertahankan, demi kemajuan bangsa-negara. Anak-anak muda harus bisa melestarikannya,” katanya. Dia menambahkan, dalam sejarahnya NU memberikan kontribusi besar untuk bangsa-negara. Untuk itu, ia meminta kader NU Jateng meneruskan perjuangan tersebut. (fth/ric/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -