Jalur KA Cilosari Semarang Timur Rawan

408
PERSIAPAN MUDIK: Tim dari Polsek Gayamsari Semarang melakukan pengecekan rel KA menjelang digunakan sebagai arus mudik Hari Raya Idul Fitri 2015 yang dilakukan Senin (22/6). (ADITYO DWI/ JAWA POS RADAR SEMARANG)
PERSIAPAN MUDIK: Tim dari Polsek Gayamsari Semarang melakukan pengecekan rel KA menjelang digunakan sebagai arus mudik Hari Raya Idul Fitri 2015 yang dilakukan Senin (22/6). (ADITYO DWI/ JAWA POS RADAR SEMARANG)

GAYAMSARI – Belasan besi bantal rel di jalur rel ganda kereta api (KA) Jakarta-Surabaya di daerah Cilosari, Kecamatan Semarang Timur, diduga hilang dicuri. Hal itu diketahui setelah tim dari Polsek Gayamsari Semarang melakukan pengecekan rel menjelang digunakan sebagai arus mudik Hari Raya Idul Fitri 2015 yang dilakukan, Senin (22/6).

Kapolsek Gayamsari Kompol Dili Yanto mengatakan, pihaknya melakukan pengecekan terhadap jalur rel kereta api tersebut untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang diinginkan menjelang arus mudik mendatang. ”Kami menemukan belasan besi bantal rel hilang. Diduga dicuri,” kata Dili di sela melakukan pengecekan, kemarin.

Selain ditemukan adanya besi bantalan rel yang hilang, pihaknya juga menemukan sejumlah baut di rel tersebut kendur. Tentu saja jika tidak segera mendapat penanganan lebih lanjut rentan menyebabkan gangguan. ”Ini upaya antisipasi agar arus mudik Lebaran mendatang aman tertib dan lancar,” imbuh Dili.

Dili menegaskan, pihaknya berusaha mendeteksi adanya gangguan sejak dini. Termasuk mengantisipasi kemungkinan adanya sabotase selama arus mudik. ”Lebih lanjut, kami akan melakukan koordinasi dengan pihak PT Kereta Api agar ditangani sebagaimana semestinya.

Pihaknya mengaku mendapat laporan dari masyarakat bila di sejumlah titik rel ditemukan hal-hal mencurigakan. ”Besi di rel kereta api rental dicuri oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Padahal itu sangat membahayakan masyarakat pengguna kereta api,” katanya.

Selain itu, Dili juga melakukan pengecekan terhadap sejumlah rambu-rambu kereta api di sepanjang jalur tersebut. ”Termasuk melakukan pengecekan sejumlah perlintasan tanpa palang pintu yang sangat membahayakan masyarakat,” katanya.

Menurutnya, sejauh ini, rambu-rambu masih sangat minim. Pihaknya akan bekerja sama dengan pihak terkait untuk memasang rambu-rambu tersebut agar mampu mengurangi kejadian kecelakaan. ”Tak jarang warga menjadi korban di perlintasan kereta api tanpa palang pintu,” tukasnya. (amu/zal/ce1)