Koalisi Gerindra-PAN Siapkan Survei Lanjutan

450
KLARIFIKASI: Herlambang (kiri) saat berkunjung ke kantor Jawa Pos Radar Semarang, Senin (22/6) petang. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KLARIFIKASI: Herlambang (kiri) saat berkunjung ke kantor Jawa Pos Radar Semarang, Senin (22/6) petang. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

LEMPONGSARI – Setelah melakukan survei tahap pertama beberapa waktu lalu, Koalisi Gerindra-PAN siap melaksanakan survei lanjutan. Survei kedua ini dilakukan setelah masing-masing bakal calon (balon) baik wali kota maupun wakil, menggelar sosialisasi atau pengenalan diri kepada masyarakat Kota Semarang.

Ketua Desk Pilkada Koalisi Garuda-Matahari (Gerindra-PAN) Herlambang menjelaskan, survei pertama yang dilakukan pada 20 Mei lalu itu belum bisa dijadikan patokan, karena belum semua bakal calon (balon) wali kota maupun wakil wali kota melakukan pengenalan diri di tengah masyarakat. Seharusnya, kata dia, hasil survei tersebut hanya untuk internal koalisi Gerindra-PAN, dan bukan untuk konsumsi publik.

”Saya juga heran kenapa hasil survei yang seharusnya untuk konsumsi internal itu bisa sampai ke publik. Saya sebagai Desk Pilkada koalisi partai dan tim penjaringan saja belum dapat hasilnya, tapi calon kok malah sudah. Selain itu, survei tersebut dilakukan jauh sebelum calon melakukan sosialisasi,” ujarnya saat klarifikasi pemberitaan hasil survei ke kantor Jawa Pos Radar Semarang, Jalan Veteran 55, Senin (22/6) petang.

Setelah ini, lanjut Herlambang, tim koalisi akan melakukan rapat kembali untuk membahas survei lanjutan, pasca para balon melakukan sosialisasi. ”Kita berharap semua bakal calon memiliki perlakuan yang sama, jangan ada perlakuan yang berbeda-beda. Kalau mau mengeluarkan survei ya harus berimbang, harus memiliki kapabilitas. Nanti setelah semua survei selesai, baru kita rilis ke publik. Kalau yang kemarin itu bukan untuk konsumsi publik,” tandasnya.

Ke depan, lanjut Herlambang, dalam melakukan survei harus memiliki cerminan semangat yang sama, jangan ada survei yang tendensius. Seakan-akan sudah ada pemenangnya. ”Biarlah calon melakukan sosialisasi masing-masing. Memang calon harus memiliki popularitas dan elektabilitas yang tinggi, namun yang tidak kalah penting adalah ”isitas” (materi). Tapi kita serahkan semua kepada yang memberi rekom (DPP),” tegasnya.

Survei lanjutan ini, kata dia, dilakukan mendekati pendaftaran calon wali kota-wakil wali kota yang telah dijadwalkan oleh KPU Kota Semarang pada 26-29 Juli 2015 mendatang.

Menurut Sekretaris Kolisi Gerindra-PAN Kota Semarang, Syaekul Azhar, survei lanjutan dilakukan untuk mengetahui secara pasti suara-suara yang berkembang di masyarakat. ”Survei tahap pertama kan sudah selesai, kami akan lanjutkan survei tahap selanjutnya menjelang pendaftaran kandidat,” ujarnya.

Dia menegaskan, dalam survei tahap pertama kandidat lain belum melakukan sosialisasi ke masyarakat. ”Saat ini, kandidat lain sudah pada sosialisasi, tentu hasilnya akan kita lihat lagi bagaimana respons publik atas balon wali kota-wakil wali kota dari koalisi kami,” tandas Azhar.

Mengenai metode serta pelaksana survei, politisi asal Kauman Johar ini mengaku belum mengetahui secara pasti. ”Apakah nanti menggunakan AIS Muhammadiyah atau bukan, kita belum tahu, yang jelas akan ada survei lanjutan,” katanya.

Hasilnya, juga akan disampaikan ke pimpinan kedua partai di semua tingkatan mulai DPC, DPD hingga DPP di Jakarta. Diharapkan survei menjelang pendaftaran ini bisa menjadi salah satu pertimbangan partai untuk menentukan siapa yang mendapat rekomendasi. (zal/aro/ce1)
Js: Jangan Ada Survei yang Tendensius