Mahasiswa Amerika Pelajari Budaya Indonesia

319

SALATIGA – Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) kembali menerima mahasiswa asing dalam program The Consortium for The Teaching of Indonesian (COTI). Ke 12 mahasiswa dari Amerika Serikat tersebut akan belajar tentang Indonesia lebih dalam selama kurang lebih 2 bulan.

Rektor UKSW Prof. Dr (HC) Pdt. John A. Titaley, Th.D membuka secara langsung kegiatan COTI 2015, seusai ibadah Senin di GKJ Salatiga. Dalam sambutannya Rektor mengucapkan selamat datang kepada 12 mahasiswa dari Amerika Serikat yang akan belajar tentang Indonesia lebih dalam selama kurang lebih 2 bulan.

“Saya berharap peserta COTI bisa menikmati program sehingga bisa lebih mengenal lagi bangsa Indonesia baik bahasa, budaya maupun politik, hukum dan bidang-bidang lainnya,” kata Rektor UKSW sebelum membuka COTI dengan resmi dengan pemukulan gong.

Peserta COTI adalah mahasiswa dari tujuh universitas di Amerika yaitu University of California Los Angeles (UCLA), University of Georgia Atlanta, University of California Berkeley, Arizona State University, University of Hawaii, University of Arizona, American University, dan Humboldt State University. Dengan koordinator Dr. Juliana Wijaya dari UCLA, peserta COTI tahun ini akan belajar bahasa Indonesia disesuaikan dengan topik seperti politik, ekonomi, lingkungan, gender, pendidikan, hukum dan keamanan.

Direktur Language Training Center (LTC) UKSW, penyelenggara COTI, R.P.N. Dian Widi Sasanti, mengatakan, selain pembelajaran di kelas, juga akan diadakan kunjungan, wawancara dan seminar sesuai topik yang dipelajari. “Peserta COTI akan mengunjungi hutan Kota Salatiga dan pada awal Agustus juga akan mengunjungi sekolah dasar di Salatiga. Mereka juga akan belajar karawitan, membatik dan pencak silat,” terang Dian.

Salah satu peserta COTI, James Edmonds, mahasiswa doktoral dari Arizona State University mengatakan bahwa dirinya sangat tertarik belajar tentang Indonesia.“Orang Indonesia baik dan ramah dan saya suka dengan budaya Indonesia yang bermacam-macam, beda dengan budaya disana,” kata James yang menyukai soto dan sate kambing ini. James mengikuti COTI selain karena tertarik dengan Indonesia juga karena tertarik dengan cerita salah satu temannya yang mengikuti program yang sama tahun lalu. (sas/ric)