Pejabat Disdik Ancam Mundur

338

SALATIGA – Proses Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) online Kota Salatiga telah berakhir. Kendati demikian, belakangan beredar kabar maraknya siswa titipan yang berbuntut suasana panas di internal Pemkot, khususnya Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga.

Berdasarkan penelusuran yang dilakukan Radar Semarang, dalam PPDB tahun ini banyak rekomendasi atau surat sakti dari pejabat meski nilai siswa tidak masuk dalam jurnal. Banyaknya rekomendasi dari berbagai pejabat itu mendapat penolakan dari sejumlah panitia di sekolah maupun Disdikpora. Bahkan kemarin sempat beredar kabar adanya pejabat yang mau mengundurkan diri akibat besarnya tekanan ini.

“Rekomendasi yang diterima banyak sekali sehingga membuat bingung para panitia. Akhirnya memanas dan sampai sekarang yang titipan – titipan itu belum ada kepastian diterima tidaknya oleh sekolah,” terang sumber yang enggan disebutkan namanya.

Pernyataan ketidakjelasan nasib siswa titipan tampaknya terbukti. Kemarin, SMA favorit mengumpulkan para wali murid yang mendapatkan rekomendasi itu. Namun dalam rapatnya, belum ada kepastian apakah mereka diterima atau tidak. Dalihnya, ada permasalahan antara pihak sekolah dengan komite.

Sementara itu, masyarakat juga banyak yang menyampaikan kecurigaan akan siswa titipan, “Ini lumayan banyak, anak temanku kemarin tidak masuk jurnal, kok sekarang bisa masuk di sekolah,” tutur salah seorang orang tua murid yang anaknya diterima di SMP favorit.

Saat hendak dikonfirmasi kondisi ini ke Disdikpora, Kepala Dinas Gati Setiti tidak berada di kantornya. Tidak ada yang memberikan keterangan dan berdalih tidak mengetahuinya. Kabid Dikdas Tri Maryani tidak berkomentar banyak. Sementara, Kabid Dikmen Agus saat ditemui mengaku tidak tahu menahu mengenai kondisi tersebut. “Saya tidak tahu, coba ke Sekretaris Dinas,” elaknya.

Sementara Kabag Humas Setda Salatiga Adi Setyarso menyatakan jika penerimaan siswa baru tahun ini setahu dia sudah sesuai dengan regulasi yang ada. Ia berharap tidak ada masalah dalam PPDB dan semua dikembalikan kepada kepentingan yang terbaik bagi anak.

Sebagaimana diberitakan, semua sekolah negeri telah menutup pendaftarannya. Sementara yang banyak juga orang tua khawatir adanya siswa susupan yang tidak melalui jurnal online. Nilai yang mendaftar terlihat sangat ketat selisihnya. Hal itu membuat para wali murid menunggu hingga penutupan untuk memastikan anaknya diterima.

Sekolah favorit tetap di jejali pendaftar. Para wali murid sibuk memantau jurnal online untuk memastikan anaknya dapat diterima di sekolah yang berkas dimaksud. Tidak sedikit pula orang tua yang mencabut karena nilai anak sudah berada di bawah batas penerimaan siswa sekolah. (sas/ric)