Proyek Harus Selesai H-10 Lebaran

519
PEMASANGAN RAMBU : Petugas Satlantas Polres Semarang memasang rambu-rambu di jalur utama Bawen-Ungaran tepatnya di turunan Lemah Abang, Kecamatan Bergas. (PRISTYONO/jawa pos RADAR SEMARANG)
PEMASANGAN RAMBU : Petugas Satlantas Polres Semarang memasang rambu-rambu di jalur utama Bawen-Ungaran tepatnya di turunan Lemah Abang, Kecamatan Bergas. (PRISTYONO/jawa pos RADAR SEMARANG)

UNGARAN – Diprediksi puncak arus mudik Lebaran 2015 ini di Kabupaten Semarang akan terjadi lebih awal dari tahun sebelumnya yang berkisar pada H – 3 hingga H + 3 Lebaran. Sehingga Satuan Polisi Lalu Lintas Polres Semarang mengimbau agar proyek di jalanan segera diselesaikan atau harus dihentikan minimal H – 10 Lebaran. Sehingga nantinya tidak mengganggu arus mudik. Sebab adanya proyek di jalanan dimana banyak tumpukan material akan memicu kemacetan dan kecelakaan lalu lintas.

Hasil kajian Satlantas Polres Semarang, arus mudik dari Jabodetabek akan datang lebih awal. Hal itu disebabkan karena telah dioperasikannya jalan tol Cikopo – Palimanan sepanjang 116,75 kilometer. Sehingga para pemudik akan cepat sampai di Jawa Tengah dan masuk ke Kabupaten Semarang. Titik kepadatan arus mudik diprediksi di sekitar exit tol Bawen menuju perbatasan Boyolali.

“Kami akan membangun pos pelayanan dan pengamanan di sejumlah titik di jalan utama. Tujuannya untuk memudahkan pelayanan dan mempercepat penanganan jika ada gangguan lalu lintas,” kata Kepala Urusan Pembinaan dan Operasional (Kaurbinops) Satlantas Polres Semarang, Iptu Mujiyono, Senin (22/6).

Iptu Mujiyono menambahkan, pihaknya juga sudah melakukan pengecekan kondisi jalan dan rambu – rambu. Termasuk memantau titik – titik pekerjaan jalan seperti pembangunan selokan dan gorong – gorong di sepanjang jalan utama Tuntang – Boyolali tepatnya di ruas Lopait. Iptu Mujiyono sudah meminta pada pelaksana proyek agar segera menyelesaikan pekerjaan tersebut minimal H – 10 Lebaran.

“Hanya ada satu titik pembangunan di jalan yakni di Lopait Tuntang. Kami juga meminta pelaksana proyek untuk segera menyelesaikan pekerjaan. Sehingga tidak mengganggu yang menyebabkan kemacetan dan kecelakaan saat arus mudik. Sebab tumpukan material di pinggir jalan itu memicu kemacetan dan kecelakaan,” tuturnya.

Menurut Iptu Mujiyono, pihaknya akan segera menyiapkan pos pengamanan di sejumlah titik rawan. Termasuk upaya melakukan rekayasa lalu lintas jika sewaktu-waktu terjadi kemacetan. Untuk saat ini Satlantas mendirikan monumen barang bukti sepeda motor yang ringsek akibat kecelakaan di lokasi blackspot seperti di turunan Lemah Abang, Kecamatan Bergas dan tanjakan Jambu Asri, Kecamatan Jambu.

Selain monumen kecelakaan lalu lintas, juga tulisan Hati-Hati Rawan Kecelakaan, Jangan Jadi Korban Seperti Saya, di sepanjang jalur tersebut. “Monumen dan tulisan itu sebagai pengingat agar pengguna jalan lebih hati-hati,” imbuhnya.

Sementara itu Priyono, 42, warga Ambarawa, Kabupaten Semarang berharap jalur – jalur alternatif yang digunakan untuk mengurai kemacetan lalu lintas saat arus mudik dibenahi dan ditambah rambu-rambu petunjuk. “Termasuk penambahan lampu penerangan jalan. Seperti di jalur alternatif Ambarawa, Banyubiru tembus ke Salatiga atau Magelang, masih minim rambu dan lampu penerangan jalan,” tuturnya. (tyo/ric)