Sulap Enceng Gondok Jadi Sirup

531
KREATIF: Rektor Unisfat Demak Dra Suemy MSi menyerahkan kenang-kenangan dalam penarikan mahasiswa KKN Posdaya di Kecamatan Welahan, Jepara. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KREATIF: Rektor Unisfat Demak Dra Suemy MSi menyerahkan kenang-kenangan dalam penarikan mahasiswa KKN Posdaya di Kecamatan Welahan, Jepara. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

DEMAK – Mahasiswa Universitas Sultan Fatah (Unisfat) Demak terus mengasah kreatifitasnya untuk berkarya. Dalam kuliah kerja nyata (KKN) yang berlangsung di Desa Welahan, Kecamatan Welahan, Jepara beberapa waktu lalu, mahasiswa berhasil mengenalkan pembuatan sirup Cenggo. Sirup cenggo tersebut dibuat dari enceng gondok. Karena itu, sirup cenggo menjadi karya unggulan mahasiswa KKN Posdaya dari Unisfat 2015 tersebut.

Rektor Unisfat Demak, Dra Suemy MSi mengaku bangga dengan kreatifitas para mahasiswa tersebut. “Tentu, kita bangga dengan kreatifitas ini,”ujar Suemy.

Sebetulnya, ada 10 produk unggulan hasil karya kelompok mahasiswa KKN Posdaya Unisfat ini. Namun, sirup cenggo rupayanya berhasil menarik perhatian masyarakat karena sirup cenggo cukup sensasional karena terbuat dari enceng gondok. “Sirup cenggo ini barang baru yang belum pernah disentuh,” imbuhnya.

Dia menambahkan, enceng gondok dalam keseharian biasanya dianggap tanaman gulma pengganggu karena bisa membuat aliran air sungai tidak lancar serta memicu pendangkalan. Berawal dari itulah, mahasiswa Unisfat kemudian mencoba memanfaatkannya untuk mengolahnya menjadi sirup cenggo. Sebelumnya, telah dilakukan berbagai percobaan. Yakni, mulai dibuat sirup, cendol, hingga es krim. Akhirnya, tim KKN yang bertugas di Desa Welahan, memutuskan untuk mendemonstrasikan sirup cenggo tersebut.

Paparan dimulai dari bahan baku, lalu di cuci hingga bersih, kemudian diblender, dan ditambah adonan dan pewarna minuman. Setelah itu, direbus dan dikemas dalam botol. Hasilnya, luar biasa dan sudah seperti sirup buatan pabrik. “Ini benar-benar produk baru yang bisa membantu masyarakat Desa Welahan memberdayakan lingkungannya. Langkah berikutnya akan dilakukan uji laboratorium serta uji komposisi gizi,” tambahnya.

Selain sirup cenggo, mahasiswa KKN yang lain juga membuat sirup dan es krim dari bahan pace, sirup dari bahan jeruk nipis, wingkow dari ketela, kerupuk dari ikan, jipang dari nasi aking, keripik daun nangka, krupuk ampas tahu, fermentasi pakan ternak dan pakan ternak dari roti bekas. Menurutnya, kreatifitas mahasiswa tersebut terpicu oleh tuntutan program yg bertujuan memberdayakan potensi masyarakat desa yang ditempati dalam KKN.

Selain itu, kreatifitas tersebut juga tidak lepas dari bimbingan Ketua panitia M Amri SE, Msi dan sekretarisnya M Fatchur ST,MT. “Pak Amri dan Pak Fatchur ini terus mendorong agar mahasiswa mau mengeksplorasi potensi atau kemampuan yang dimiliki setiap desa guna meningkatkan kualitas hidup mereka,” tambahnya. (hib/fth)