10 Tahun Nyabu, Pengusaha Diciduk

572
DICIDUK : Mundari aliasi Gondrong, pengusaha dengan tiga istri yang menjadi tersangka pengguna sabu, kini diperiksa Kapolres Batang, AKBP Joko Setiono, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DICIDUK : Mundari aliasi Gondrong, pengusaha dengan tiga istri yang menjadi tersangka pengguna sabu, kini diperiksa Kapolres Batang, AKBP Joko Setiono, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

BATANG-Pengusaha kayu dengan tiga istri, Mundari, 43, warga Dukuh Langsean, Desa Gumawang, Kecamatan Pecalungan, Kabupaten Batang, Senin dini hari (23/6) kemarin, diciduk Sat Reskrim Polres Batang di rumahnya. Yakni, saat masih menggunakan narkoba golongan satu berupa sabu-sabu.

Bahkan, saat digerebek di rumahnya, Mundari masih dalam pengaruh narkotika, karena baru saja menggunakan sabu. Di dalam kamarnya ditemukan bong serta alat hisap yang baru saja dipakai dan dua paket sabu seberat 6,68 gram. Namun salah satu paket sabu sudah digunakan oleh Mundari.

Ketika diperiksa di Mapolres Batang, Mundari mengaku sudah sepuluh tahun ini mengonsumsi narkotika jenis sabu. Untuk mendapatkan barang haram tersebut, dari jaringan narkoba yang selama ini banyak beredar. Mundari cukup memesan melalui telepon lewat rekannya bernama M Fatih alias Tompel, 41, warga Perum Taman Sari, Kelurahan Pekajangan, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan.

“Setiap bulan saya pesan 5 gram sabu-sabu melalui Fatih, seharga Rp 6,5 juta. Pengambilannya selalu dilakukan di rumah Fatih dan sudah saya lakukan sebanyak tiga kali,” ungkap Mundari.

Mundari juga beralasan dirinya mengonsumsi sabu hanya ketika merasa sesak nafas atau setiap kali penyakitnya kambuh. “Selama 10 tahun menggunakan sabu, tidak pernah ada masalah. Saya menggunakan sabu hanya untuk sesak nafas. Kalau sudah memakai sabu, pernafasan rasanya plong,” kata ayah 4 anak ini.

Sementara itu, Kapolres Batang, AKBP Joko Setiono menegaskan bahwa tertangkapnya Mundari pengguna sabu selama sepuluh tahun, karena adanya laporan dari masyarakat. Saat terjadinya penangkapan, di dalam kamarnya ditemukan sabu 6,68 gram, bong penghisap sabu, serta beberapa ponsel.

Menurutnya, tersangka melanggar UU Nomor 35 Tahun 2009, tentang Narkotika pasal 112 ayat 1 dan pasal 114 ayat 1, dengan ancaman penjara minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun.

“Tersangka Mundari alias Gondrong ditahan di Polres Batang, untuk proses lebih lanjut dan tidak tertutup kemungkinan ada tersangka lain yang saat ini masih buron,” tegas AKBP Joko Setiono. (thd/ida)