Basyir Bantah Calonkan Istri

365
PROSES PENGUNDURAN DIRI: Wali Kota Pekalongan Basyir Ahmad ditemui wartawan usai menghadap Gubernur Jateng Ganjar Pranowo di Gubernuran, kemarin. (AHMAD FAISHOL/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PROSES PENGUNDURAN DIRI: Wali Kota Pekalongan Basyir Ahmad ditemui wartawan usai menghadap Gubernur Jateng Ganjar Pranowo di Gubernuran, kemarin. (AHMAD FAISHOL/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Wali Kota Pekalongan Basyir Ahmad benar-benar ingin merealisasikan niatnya untuk mengundurkan diri dari jabatannya. Selasa (23/6) ia menghadap Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo untuk menyerahkan surat pengunduran diri agar selanjutnya diproses kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Dalam kesempatan itu, Basyir kembali menegaskan bahwa asalan pengunduran dirinya tidak terkait wacana ingin mengajukan sang istri, Balqis Diab menjadi Wali Kota Pekalongan pada pilkada mendatang. ”Saya tidak pernah mengatakan hal itu (pencalonan istri menjadi wali kota). Silakan dicek. Ada orang yang lain yang nyalon dan sama sekali bukan keluarga saya. Salah satunya adalah Kepala Dinas,” ungkapnya kepada awak media usai bertemu Ganjar di ruang kerjanya.

Basyir berdalih, sebagai orang partai dirinya bertugas untuk menyiapkan kader dari Partai Golkar untuk maju dalam pilkada yang digelar pada Desember nanti. Menurut dia, untuk mempersiapkannya butuh waktu yang cepat karena harus melakukan survei untuk meningkatkan popularitas dan elektabilitas calon yang diusung partainya. ”Jika saya masih menjabat sebagai wali kota, dikhawatirkan tidak dapat mendukung sepenuhnya karena harus mengayomi semua calon,” imbuhnya.

Dia menambahkan, pihaknya telah mengajukan surat pengunduran diri kepada DPRD setempat. Permohonan yang sama juga diajukan kepada gubernur untuk selanjutnya diteruskan kepada Kemendagri. Ia berharap permohonan tersebut dapat diterima. ”Jika perlu saya akan buat surat pernyataan yang menyatakan tidak akan mencalonkan istri saya,” tandasnya mengakhiri wawancara.

Sementara itu, Gubernur Ganjar Pranowo saat dikonfirmasi membenarkan tentang pertemuan dirinya dengan Wali Kota Pekalongan Basyir Ahmad. Menurutnya, pertemuan tersebut merupakan pertemuan kedua dalam rangka rekonsultasi terkait pengunduran diri yang bersangkutan.
”Saya jelaskan, esensi undang-undang itu dibuat untuk menghilangkan politik dinasti. Namun beliau menyatakan Demi Allah tidak akan mencalonkan keluarganya dalam pilkada. Kalau begitu, saya minta bisa nggak dia buat surat pernyataan,” terangnya.

Ganjar menambahkan, jika hanya mundur saja itu tidak menjadi soal. Pasalnya, hal itu sudah menjadi haknya. Dalam hal ini, teori politik dinasti tidak terpenuhi. ”Nanti akan diproses,” tandas mantan anggota DPR RI itu. (fai/ric/ce1)