Gunakan Sistem GPRS, GPS, dan Mikrokontroler

Must Read

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

KREATIF: Empat mahasiswa Teknik Elektro Undip yang menciptakan alat deteksi pencurian BBM. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KREATIF: Empat mahasiswa Teknik Elektro Undip yang menciptakan alat deteksi pencurian BBM. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Empat mahasiswa Teknik Elektro Universitas Diponegoro (Undip) berhasil membuat detektor yang diklaim bisa mendeteksi letak pencurian bahan bakar minyak (BBM). Seperti apa?

EKO WAHYU BUDIYANTO

PENCURIAN BBM masih kerap terjadi di hampir semua daerah. Selain pencurian, juga adanya praktik penimbunan BBM. Melihat fenomena itu, empat mahasiswa semester 4 jurusan Teknik Elektro Undip membuat alat pendeteksi pencurian BBM. Keempat mahasiswa tersebut adalah Muhammad Fikko Fadjrimiratno, Andrey Wicaksono, Rofiq Cahyo Prayogo, dan Hot Asi Yohannes.

Menurut Muhammad Fikko Fajrimiratno, alat ini akan bekerja secara otomatis bila terjadi pencurian BBM. Cara kerja alat tersebut, jelas dia, akan secara otomatis mengirim SMS peringatan disertai koordinat lokasi pencurian pada depo Pertamina bila sistem mendeteksi adanya upaya pencurian BBM pada truk tangki.

Andrey menjelaskan, data dari Ditjen Migas menunjukkan, cadangan minyak Indonesia menipis. Cadangan minyak yang menipis menyebabkan kelangkaan BBM di berbagai daerah. ”Hal itu diperparah aktivitas penimbunan BBM oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Termasuk oknum yang mencuri BBM Pertamina dari truk tangki ke lokasi penimbunan. Persoalannya, hingga saat ini Pertamina masih menggunakan segel konvensional/tradisional yang memiliki banyak celah keamanan. Memang di beberapa terminal BBM Pertamina sudah menerapkan sistem GPS (Global Positioning System) pada truk tangki mereka,” kata Andrey.

Namun, lanjutnya, pengawasan truk dengan GPS tersebut masih dilakukan secara manual. Sehingga dengan keterbatasan jumlah karyawan, tidak mungkin semua truk dapat diawasi secara maksimal. Karena itu, ia bersama tiga temannya merancang sistem berbasis modul GPRS (General Packet Radio Service), GPS, dan mikrokontroler yang memungkinkan pendeteksian secara otomatis.

Dijelaskan, sistem tersebut akan mensyaratkan pihak SPBU untuk memasukkan password ketika hendak membuka katup bottom loader. Sehingga hanya pihak SPBU yang dapat membuka katup bottom loader.

”Sistem ini mendeteksi upaya pencurian BBM dengan menempatkan sensor ultrasonik pada katup bottom loader. Sehingga upaya untuk melepas segel pada katup dapat dideteksi. Jika katup dibuka tanpa memasukan password atau salah memasukkan password sampai tiga kali, maka mikrokontroler akan menginstruksikan modul GPRS untuk mengirim SMS peringatan disertai koordinat lokasi pencuriannya pada depot Pertamina,” jelasnya.

Jika password yang dimasukkan benar, lanjutnya, maka dapat dipastikan tidak terjadi tindak pencurian. Dikatakan Andrey, semua jenis mekanisme tersebut diprogram menggunakan bahasa pemrograman C.

Dia menambahkan, dalam percobaan, prototipe telah berhasil mendeteksi terbukanya katup bottom loader dan mengirimkan SMS peringatan disertai koordinat lokasinya. Penerapan prototipe ini diharapkan dapat menekan kelangkaan BBM akibat aktivitas pencurian minyak dan berpotensi menyelamatkan Pertamina dan para pemilik SPBU dari kerugian finansial sampai dengan puluhan miliar rupiah.

Dijelaskan Andrey, beberapa kendala yang dihadapi yakni keterbatasan waktu dari masing-masing mahasiswa. Seperti diketahui, waktu mereka mengerjakan pembuatan detektor tersebut hanya dilakukan setiap hari libur. Lama pekerjaannya mencapai 3 bulan. Meski begitu, mereka mengaku tidak mengalami kesulitan ketika mencari komponen-komponen yang digunakan untuk membuat alat tersebut. (*/aro/ce1)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -

Latest News

Makan Menko

Pak Jaya Suprana menghubungi saya. Paguyuban Punokawan akan audensi dengan Menko Polhukam, Prof. Dr. Mahfud MD. Tapi saya lagi di...

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat cerai. Hal itu disampaikan oleh...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -