Tak Peduli Ramadan, Banyak Muda-Mudi Bermesraan

554
ASMARA SUBUH : Pasangan asmara Subuh sedang menikmati pemandangan tepi pantai di pagi hari, dikeluhkan masyarakat sekitar. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
ASMARA SUBUH : Pasangan asmara Subuh sedang menikmati pemandangan tepi pantai di pagi hari, dikeluhkan masyarakat sekitar. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Objek Wisata Pantai Wonokerto di Dukuh Kisik, Desa Wonokerto Kabupaten Pekalongan, yang biasanya sepi tanpa pengunjung lantaran letaknya cukup jauh dari permukiman warga. Namun memasuki bulan Ramadan 1436 H ini atau sejak sepekan terakhir, ramai dikunjungi warga, khususnya muda mudi berpasangan bukan muhrimnya.

TAUFIK HIDAYAT, Kajen

PASANGAN muda-mudi ini umumnya datang ke Pantai Kisik Wonokerto Kabupaten Pekalongan, pada pagi setelah Salat Subuh. Biasanya, mereka menikmati pemandangan menakjubkan matahari terbit di pagi hari. Kendati bulan puasa, pasangan muda-mudi ini kerap bertingkah yang membuat risih pengunjung lainnya, terutama keluarga yang membawa serta anak-anaknya. Pasalnya, pasangan muda-mudi sudah tak malu lagi, berpelukan dan bermesraan di tempat terbuka.

Yuanita,17, warga Desa Tegalontar, Kecamatan Sragi, sengaja datang bersama pacarnya, Selasa (23/6) pagi kemarin. Meski lokasinya jauh dan lumayan sulit transportasinya, dirinya kerap datang ke Pantai Wonokerto. Selain pemandangannya memang bagus, juga tidak dipungut biaya saat masuk lokasi wisata.

”Yang pasti, pantainya masih bersih, lokasinya juga bagus untuk menunggu siang. Terpenting lagi, tidak harus membayar, karena memang tidak ada penjaganya,” ujar siswa SMA swasta di Kecamatan Wiradesa ini.

Lain halnya dengan Marni, 32, warga Desa Sumurjomblang Bogo, Kecamatan Bojong, yang datang bersama keluarganya. Dirinya justru merasa risih dan malu, melihat banyak pasangan muda-mudi yang duduk di motor berduaan, untuk melihat matahari terbit di tepi pantai. Apalagi mereka kerap bermesraan secara terbuka. Pemandangan memadu kasih di bulan suci Ramadan ini, tidak baik untuk pendidikan anak.

”Sudah saatnya Pemkab Pekalongan tegas. Minimal warga sekitar harusnya menegur pasangan yang sudah keliwat batas, berpelukan di tepi pantai dan tempat sepi lainnya. Agar mereka tidak berbuat mesum, perlu dicegah,” kata Marni.

Menanggapi hal itu, Perangkat Desa/Kecamatan Wonokerto, Rohman, menyatakan bahwa banyaknya pasangan muda-mudi yang datang ke objek wisata Pantai Wonokerto di bulan Ramadan memang telah membangun persepsi masyarakat terhadap Pantai Wonokerto menjadi kurang baik. “Karena itulah, kalau kami melihat pasangan asmara subuh berbuat di luar batas, maka akan langsung menegur dan mengusirnya agar pulang,” tegas Rohman. (*/ida)