6 Bulan, Balai POM Jerat 12 Tersangka

348

”Pada semester I 2015 ini, yang diproses Balai POM Semarang ada 12 tersangka. Mereka terlibat peredaran makanan seperti mi basah berformalin, kosmetik, dan obat tradisonal yang mengandung bahan kimia.”
Agus Prabowo
Kepala Balai POM Semarang

MADUKORO – Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (POM) Semarang semakin gencar melakukan pengawasan terhadap peredaran makanan, obat-obatan, dan kosmetika berbahaya di pasaran. Terbukti, dalam 6 bulan atau semester I tahun ini telah menemukan ribuan barang tidak layak edar dan 12 tersangka siap disidangkan di pengadilan.

Kepala Balai POM Semarang, Agus Prabowo, mengatakan, pengawasan peredaran makanan, obat hingga kosmetik dilakukan setiap hari dengan menerjunkan 2-3 petugas di lapangan hingga ke seluruh wilayah Jateng.

”Pada semester I 2015 ini, yang diproses Balai POM Semarang ada 12 tersangka. Mereka terlibat peredaran makanan seperti mi basah berformalin, kosmetik, dan obat tradisonal yang mengandung bahan kimia. Di antaranya, ada yang dari Magelang. Nilainya bisa mencapai Rp 1 miliar,” bebernya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (24/6) kemarin.

Diakui, jumlah tersangka yang diamankan memang lebih sedikit dibanding periode yang sama tahun lalu. Tahun lalu tercatat sebanyak 19 orang yang jadi tersangka, dengan nilai mencapai Rp 5 miliar. Para tersangka melanggar UU Nomor 18 Tahun 2012 tentang pangan.

”Kalau undang-undang obat tradisional dan kosmetik, yakni UU Nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan akan diancam hukuman 10 tahun penjara dengan denda Rp 1 miliar. Tapi, ada pasal lain dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara dan denda Rp 1,5 miliar, tergantung tingkatannya,” terangnya.
Pihaknya mengimbau kepada masyarakat dalam menyikapi peredaran makanan dan minuman selama Ramadan dan Lebaran. Masyarakat harus lebih selektif saat membeli di pasaran. (mha/aro/ce1)